DI BLORA, MAHASISWA TURUT ANDIL DALAM MENEKAN ANGKA STUNTING

Blora – Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

 

Mahasiswa KKN RDR 75 UIN Walisongo Semarang menyampaikan materi tentang stunting di Rumah Perangkat Desa, Darsono, Dukuh Krempit, Desa Patalan, Blora

Mahasiswa KKN RDR 75 UIN Walisongo Semarang menyampaikan materi tentang stunting di Rumah Perangkat Desa, Darsono, Dukuh Krempit, Desa Patalan, Blora

 

Penyebab utama stunting adalah kurangnya asupan gizi di 1000 hari pertama setelah kelahiran atau pada usia 0-2 tahun. Akhir – akhir ini, faktor non-kesehatan juga ditengarai sebagai penyebab tingginya stunting, seperti faktor ekonomi, sosial, budaya, bahkan politik. Bisa dikatakan bahwa stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 menunjukkan hampir sepertiga balita di Kabupaten Blora mengalami stunting. Lebih tepatnya 32,9 % balita di Kabupaten Blora mengalami stunting.

Angka ini masih lebih tinggi dibandingkan prevalensi balita stunting di Jawa Tengah dan nasional yaitu 31,2 % dan 30,8 %. Terlebih lagi, angka ini masih jauh dari batas prevalensi stunting dari WHO yaitu sebesar 20 %.

Hal tersebut menginiasi Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler Dari Rumah (KKN RDR) 75 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang untuk melakukan penyuluhan stunting di Dukuh Krempit, Desa Patalan, Blora. Rabu, (14/10/2020).

Materi yang disampaikan oleh Endang Paniati, mahasiswa KKN RDR 75 UIN Walisongo meliputi beberapa hal yaitu, pemahaman arti stunting, sebab akibat stunting, dan pencegahan stunting mulai dari 1000 hari pertama kehidupan anak.

Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama dengan pihak Posyandu Desa Patalan, Blora yang sudah memberikan izin untuk menyelenggarakan penyuluhan mengenai stunting di acara tersebut.

Bidan Desa Patalan, Erni Widyani (36) mengapresiasi kegiatan penyuluhan stunting yang dilakukan oleh mahasiswa KKN RDR 75 UIN Walisongo tersebut.

Menurut Erni, pihaknya merasa terbantu dengan kegiatan penyuluhan ini untuk mengingatkan masyarakat dalam hal pencegahan stunting.

”Alangkah baiknya, seseringkali kita memberikan edukasi stunting supaya masyarakat dapat memahami stunting dengan benar. Sudah bagus tadi, bisa menyampaikan yang dibutuhkan masyarakat. Bisa dikembangkan lagi materinya”, tutur Beliau.

Salain memberikan penyuluhan stunting, Mahasiswa KKN RDR ke-75 UIN Walisongo, Endang Paniati juga membagikan handsanitizer  untuk mencegah covid-19, sekaligus  memperkenalkan kepada warga tentang pemanfaatan daun sirih sebagai bahan alami dalam pembuatan hand sanitizer.

“Saya memilih daun sirih untuk pembuatan hand sanitizer itu karena alami, mudah didapatkan, menghemat pengeluaran, juga tidak perlu berebut hand sanitizer di toko-toko seperti dulu karena bisa buat sendiri”, tutur Endang. 

Warga menyambut baik pembagian hand sanitizer tersebut. Menurut Sutini (52) kegiatan ini bermanfaat untuk proteksi diri ditengah pandemi,  ia juga mendapatkan hand sanitizer daun sirih secara gratis.

“Alamdulillah dapat hand sanitizer cuma-cuma, terimakasih, dapat memberi manfaat di saat pandemi seperti ini, bisa mencegah penyebaran corona. Semoga lekas membaik keadaannya”, ujar Sutini. (Jyk)

 

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan