fbpx

DI PASAR PON HARGA HIJAUAN PAKAN TERNAK NAIK 100 %, DAMPAK HARI RAYA KURBAN DI MUSIM KEMARAU

  • Bagikan
Harga Tebon Jagung pakan ternak meningkat 100 %, dari sepuluh ribu rupiah per ikat menjadi dua puluh ribu rupiah per ikat. Foto : Bloranews

Blora – Kenaikan hewan ternak untuk ibadah kurban jelang hari raya Idul Adha merupakan hal yang wajar. Ternyata, fenomena Idul Adha juga memicu tingginya permintaan hijauan pakan ternak. Imbasnya, harga hijauan pakan ternak pun naik drastis.

Di Pasar Pon Blora, harga hijauan pakan ternak seperti Gajahan, Tebon Jagung dan rerumputan melonjak seratus persen. Menurut sejumlah penjual hijauan, kenaikan harga ini tidak hanya disebabkan oleh fenomena Idul Adha, Jumat (01/09) depan, tetapi juga karena musim kemarau yang mulai melanda di beberapa kawasan di Blora.

 

Harga Tebon Jagung pakan ternak meningkat 100 %, dari sepuluh ribu rupiah per ikat menjadi dua puluh ribu rupiah per ikat. Foto : Bloranews

 

Sutiyono, salah satu penjual hijauan pakan ternak di Pasar Pon Blora mengatakan bahwa kenaikan harga ini membuat omzetnya tinggal empat puluh persen dari hari-hari sebelumnya.

”Musim kemarau saat ini menjadi musim yang paling sulit untuk mencari rumput. Omzet penjualan rumput pun turun drastis hingga 60% karena mahalnya harga. Banyak peternak yang beralih menggunakan ampas tahu untuk pakan ternak. Saat ini kami kesulitan mendapat pasokan rumput dari petani. Banyak desa penghasil rumput liar atau rumput gajah mengalami kekeringan. Kalau pun ada, harga dari para petani atau pencari rumput sudah tinggi,” keluhnya.

Di pasar pon blora, yang biasanya satu ikat dijual Rp 10.000, sekarang naik menjadi Rp 20.000, atau kenaikan 100 persen. Warga yang biasa mencari rumput mengalami kesulitan karena ladang yang biasa ditumbuhi rerumputan mengalami kekeringan akibat ketiadaan air.

Kondisi kekeringan yang terjadi saat ini membuat para pedagang rumput harus bekerja keras. Kualitas rumput pada musim kemarau ini juga menurun. Banyak rumput yang dijual pedagang berwarna kekuningan. Pedagang rumput berharap musim penghujan segera datang sehingga mereka tak lagi kesulitan mencari rumput yang biasa dijajakan di pasar hewan.

Reporter : Fawaidi M

  • Bagikan