EFEKTIF TANGANI PENYAKIT NON MEDIS, PENGOBATAN RUQYAH JRA SEMAKIN DIMINATI

Tunjungan- Ratusan warga kawasan Kecamatan Tunjungan dan sekitarnya antusias mengikuti Ruqyah Massal yang diselenggarakan Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) Jatikusumo. Menurut sejumlah pasien, metode ini efektif mengatasi berbagai gangguan medis maupun non medis.

Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al Hidayat Dusun Pohgesik Desa Tawangrejo Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora, Jumat (25/01). Hadir dalam kesempatan ini Wakil Bupati Blora, Arief Rohman untuk memotivasi para pasien yang hadir.

 

Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) Jatikusumo

Wakil Bupati Blora, Arief Rohman (batik hitam) menghadiri Ruqyah Massal di Masjid Al Hidayat Dusun Pohgesik Desa Tawangrejo Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora

 

“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena niatnya baik. Untuk kesehatan dengan metode zikir,” ucapnya di sela kegiatan.

Bukti manjurnya pengobatan alternatif ini disampaikan Ali Mukhsinin (37), pasien asal Dusun Kajangan Desa Sonorejo Kecamatan Blora Kota. Pria ini mengaku, mengalami berbagai gangguan non medis akibat kegiatan tarik pusaka dan berlatih ilmu kebal yang dulu sering diikutinya.

“Karena khodamnya (jin penunggu, red) macan, jadinya saya sering mengamuk. Saya juga sering mimpi buruk dikejar-kejar ular,” tuturnya.

Oleh salah satu ustadz JRA, Ali Mukhsinin diterapi dan menjalani detoksifikasi. Aura jahat yang ada dalam diri pemuda ini pun dinetralisir, dan hasilnya seketika langsung terasa di lokasi terapi.

“Setelah diterapi, tubuh ini terasa lebih enteng. Saya juga telah diajarkan doa-doa untuk melakukan ruqyah secara mandiri,” ungkapnya.

Ruqyah: Metode Pengobatan Syar’i ala Nabi

Metode pengobatan ruqyah, oleh sejumlah pihak dinilai merupakan metode pengobatan syar’i (berdasar atas ajaran Islam). Pasalnya, metode ini secara langsung meminta kesembuhan dari Sang Pencipta.

“Ruqyah adalah pengobatan ala Nabi, tidak berbeda dengan pengobatan lewat kedokteran, justru ruqyah langsung bersandar pada Allah langsung, dzat yang memberi kesembuhan melalui media doa dengan Al Qur’an,” komentar Ketua Syuriah MWC NU Tunjungan, Kyai Nasrullah.

Untuk meningkatkan pelayanan pengobatan alternatif di masyarakat luas, Ketua JRA Jatimusumo Blora, Kyai Mukhlas menjelaskan, pihaknya tengah berupaya untuk membentuk struktur kepengurusan di 16 kecamatan se- Kabupaten Blora.

“Meski baru terbentuk pada 17 Agustus 2018 kemarin, JRA Jatikusumo telah diterima masyarakat. Saat ini, kita telah membentuk 5 PAC (Pengurus Anak Cabang) yakni di Ngawen, Tunjungan, Bogorejo, Kedungtuban dan Cepu. Insyaallah 16 PAC akan segera kita bentuk,” ujar Kyai Mukhlas. (hbb)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan