fbpx

ENTASKAN KEMISKINAN DENGAN TERNAK ETAWA

Program binaan satu OPD satu Desa Dampingan yang digalakkan Pemprov Jateng akhirnya berbuah hasil. Pasalnya, Desa Tangkil, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten yang mulanya tercatat sebagai desa miskin di Jawa Tengah kini telah terangkat perekonomiannya. Hal itu berkat pengembangan kambing etawa berkualitas unggul.
Kambing etawa.

Klaten, BLORANEWS – Program binaan satu OPD satu Desa Dampingan yang digalakkan Pemprov Jateng akhirnya berbuah hasil. Pasalnya, Desa Tangkil, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten yang mulanya tercatat sebagai desa miskin di Jawa Tengah kini telah terangkat perekonomiannya. Hal itu berkat pengembangan kambing etawa berkualitas unggul.

Bermula pada tahun 2021, Desa Tangkil yang berada di wilayah lereng Gunung Merapi mendapat binaan langsung dari Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Wilayah Klaten. Kemudian, melalui pembinaan tersebut masyarakat diarahkan untuk memanfaatkan potensi, salah satunya ialah potensi peternakan kambing etawa.

BACA JUGA :  PROGRAM DESA DAMPINGAN, PEMPROV GANDENG KOMEKRAF

Setahun berselang, jerih payah tersebut akhirnya terbayarkan. Kambing etawa Desa Tangkil berhasil menyabet juara tiga kontes nasional di Yogyakarta.

“Iya lumayan, karena ada beberapa event bareng dari pendampingan Balkesmas akhirnya animo masyarakat tertarik. Jadi, mereka mulai mencari informasi. Kita juga diskusi terkait dengan kesehatan hewan,” ungkap peternak kambing etawa Desa Tangkil, Suharna, Selasa (31/5).

BACA JUGA :  KEMISKINAN EKSTRIM JATENG, PLN BANTU LISTRIKISASI 750 RUMAH TANGGA

Dari keberhasilan itu, harga kambing etawa Desa Tangkil langsung melambung tinggi. Bahkan, untuk kambing yang menjuarai kontes dipatok dengan harga puluhan hingga ratusan juta rupiah.

“Iya, maskotnya kambing etawa Desa Tangkil itu Ragasa. Kambing Ragasa itu sudah terjual Rp 85 juta. Saat ini sudah ada keturunannya untuk dijadikan indukan. Nah, untuk cucunya ini kemarin juara tiga kontes tingkat nasional di Sleman, dan sudah ditawar Rp 60 juta tapi belum saya kasih, kalau bisa ya Rp 100 juta, nego lah,” tambahnya. (Kin). 

BACA JUGA :  MAKSIMALKAN BANTUAN PEMERINTAH, JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI JATENG 3,93 JUTA ORANG