fbpx

GANJAR KANGEN DOLANAN TRADISIONAL

Permainan atau dolanan tradisional ethek-ethek, gasingan, mobil-mobilan kayu dan lainnya selalu dijual oleh Sarno ketika menjelang atau pas Bulan Ramadhan. Dolanan tersebut banyak diminati anak-anak.
Membelikan anak-anak mainan tradisional di area Taman Kasmaran Kota Semarang.

Semarang – Permainan atau dolanan tradisional ethek-ethek, gasingan, mobil-mobilan kayu dan lainnya selalu dijual oleh Sarno ketika menjelang atau pas Bulan Ramadhan. Dolanan tersebut banyak diminati anak-anak.

Satu hari sebelum puasa Ramadhan 2022, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat sedang berolahraga jalan kaki tanpa sengaja melihat dagangan Sarno. Ganjar seolah rindu akan masa kecil, ia pun meraih ethek-ethek tanpa ragu.

BACA JUGA :  MERAUP RUPIAH DARI KERAJINAN LAMPU HIAS

Secara spontan dimainkan dengan diputar kemudian menimbulkan bunyi nyaring. Anak-anak dari TK Islam Plus yang kebetulan sedang berwisata di Taman Kasmaran Kota Semarang ditawari Ganjar permainan tradisional dagangan Sarno.

“Nih kamu mau nggak, siapa lagi yang mau ambil sini,” tawarnya, Sabtu (2/4) lalu.

Sontak anak-anak langsung berebut dan memilih mainan tradisional yang saat ini tergolong dilupakan karena ditelan perkembangan zaman. Sedangkan Sarno tidak salah ketika ia menyapa Ganjar dan memamerkan dagangannya.

BACA JUGA :  BALONG – JEPON, SENTRA CINDERA MATA KERAMIK DI KOTA MUSTIKA

Puluhan mainan dijual seharga Rp 20.000-Rp 35.000 laris terjual. Anak-anak terlihat sangat antusias karena mendapat mainan dari Kepala Daerah Jawa Tengah.

“Ini dapat mainan gasingan dari pak Ganjar, senang,” tutur lugu Ale, salah seorang siswa KB & TK Islam Plus.

Sarimo pun tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Pertemuan dengan Ganjar yang tak pernah diimpikan itu, telah membuka rejekinya sehari sebelum Ramadan datang.

BACA JUGA :  UPAH KULI MEPET, PEMUDA INI RINTIS KERAJINAN CELENGAN

“Seneng, masalahe kepayon (Senang karena dilarisi), sehari biasane Rp 400.000 kalau sabtu-minggu. Saya ndak mimpi, ada bapak di situ saya langsung pak sini pak gitu,” tutur Sarimo. (Jam).