GANJAR : WTP BAGUS, JANGAN DINODAI DENGAN KORUPSI

Blora – Pemerintah Kabupaten Blora menerima penghargaan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia setelah berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan sebanyak lima kali berturut-turut. (22/09)

 

Rakornas dan pemberian penghargaan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia secarang daring.

Rakornas dan pemberian penghargaan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia secara daring.

 

Penghargaan diberikan dalam dua kategori, kategori peraih WTP lima tahun berturut-turut dan sepuluh tahun berturut-turut.

Selain Blora, sejumlah Kabupaten/Kota di jawa tengah  juga mendapatkan penghargaan serupa yaitu Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Blora, Kabupaten Boyolali, Grobogan, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Semarang, Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonogiri, dan Kota Pekalongan.

Dalam kesempatan ini Pemprov Jateng juga meraih penghargaan lima kali berturut-turut.

Untuk penghargaan WTP selama sepuluh kali berturut- turut yaitu Kota Surakarta dan Kabupaten Jepara.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memimpin langsung rakornas yang di selenggarakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia secara daring.

Sri Mulyani Indrawati berharap seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dapat meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Rakornas tersebut diikuti oleh seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah di Indonesia termasuk Bupati Blora Djoko Nugroho yang sekaligus menerima penghargaan tersebut.

Bupati meminta semua OPD di Kabupaten Blora dapat menjalankan arahan yang sudah disampaikan oleh Menteri Keuangan.

“Hal ini penting agar nama Blora di bidang pengelolaan dan pelaporan keuangan tetap baik, mengingat selain sudah mendapatkan WTP 5 kali berturut-turut, kita juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat terkait pelaporan penggunaan anggaran untuk penanganan Covid-19,” terang Djoko Nugroho.

Sementara itu, Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo meminta agar catatan bagus terkait WTP itu jangan dinodai dengan persoalan seperti tindak pidana korupsi, termasuk dalam mengelola dan mengamankan dana hasil “refocusing” anggaran penanganan COVID-19.

“Tadi catatannya bagus, WTP itu bersih ya jangan dinodai dengan persoalan. WTP bersih, tapi ketika dicek ada korupsi, jangan sampai. Kita minta tidak hanya pemprov, tapi juga pemkab/pemkot yang hasilnya juga bagus-bagus, Solo umpama lebih dari sepuluh. Yuk kita belajar semua, kita kelola duit negara dengan baik, WTP itu bagus dan hebat tetapi harus bersih,” kata Ganjar usai menerima penghargaan secara daring seperti di kutip gesuri(dot)id. (Jyk)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan