GARDA BANGSA PASTIKAN KEMENANGAN JOKOWI DI JARINGAN PEMILIH MILENIAL

Blora- Suara milenial diyakini menjadi penentu kemenangan dalam Pemilu tahun ini. Pemilik suara yang berusia antara 17 hingga 35 tahun ini, secara nasional terpantau mencapai hampir 40 persen dari keseluruhan jumlah pemilih.

Hal ini mendorong Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Bangsa Kabupaten Blora mendorong pemilih milenial untuk datang ke TPS dan memilih pada 17 April mendatang. Upaya ini dilakukan dengan terus mengenalkan pasangan Capres-Cawapres yang menjadi corong suara milenial.

 

Deklarasi DKC Garda Bangsa Blora mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di kawasan Terminal Ngawen Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora

Deklarasi DKC Garda Bangsa Blora mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di kawasan Terminal Ngawen Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora

 

“Kami yakin Jokowi menang di Blora. Tugas kita adalah mengajak sebanyak mungkin pemilih milenial datang ke TPS untuk menambah jumlah kemenangan,” jelas Ketua DKC Garda Bangsa Kabupaten Blora, Mochammad Aliuddin, Jumat (25/01).

Sebagai sayap pemuda, sekaligus motor penggerak Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Garda Bangsa telah mempersiapkan amunisi untuk memenangkan paslon ini. Yakni, puluhan kader terbaik di tiap kecamatan se- Kabupaten Blora.

“Rata-rata, jumlah kita di tiap kecamatan di Kabupaten Blora mencapai puluhan. Khusus untuk di Dapil 5 Blora, jumlah kita lebih banyak,” imbuhnya.

Tak hanya menyasar kaum milenial, Garda Bangsa juga mengamankan dukungan masyarakat kaum sarungan (nahdliyin). Seperti dilakukan dengan menggelar ziarah bersama ke makam pendiri sekaligus inspirator partai bergambar bola dunia, Gus Dur, kemarin.

“Kemarin, kami mendeklarasikan dukungan di kawasan Terminal Ngawen sebelum berangkat ziarah ke Makam Gus Dur. Terdiri dari 150 orang yang mengikuti deklarasi ini, dilanjutkan dengan ziarah,” tambahnya.

Melawan Politik Uang

Deklarasi bertajuk “Nek Ora Iki, Ora” ini menegaskan, dukungan penuh untuk Paslon Jokowi-Ma’ruf Amin. Tak hanya itu, kemenangan paslon ini juga menjadi harga mati bagi DKC Garda Bangsa Kabupaten Blora.

Terkait potensi pelanggaran pemilu, Garda Bangsa menilai ada dua jenis pelanggaran yang harus diwaspadai. Pertama, pelanggaran pemilu berupa politik uang, kedua permasalahan netralitas ASN dalam pemilu kali ini.

Menurutnya, dua potensi pelanggaran tersebut bukan hanya tanggung jawab penyelenggara pemilu, namun masyarakat dan peserta pemilu secara keseluruhan. Sehingga, pihaknya berkomitmen mendorong semua pihak mewaspadai ancaman ini.

“Ini menjadi tanggung jawab bagi kita semua, melawan segala bentuk politik uang dan memastikan seluruh ASN tetap netral dalam pemilu ini. sekali lagi, ini menjadi tugas kita bersama,” pungkasnya. (one)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Comments are closed.