fbpx

GELAR AKSI BELA RAKYAT, DPRD ENGGAN TEMUI MASA AKSI PMII BLORA

Aksi turun ke jalan dengan tagar Bela Rakyat yang digelar PC PMII Blora, Rabu (13/4) tidak mendapat tanggapan dari DPRD Blora. Hal itu sontak memicu kekecewaan masa aksi yang berharap bakal ditemui pihak DPRD Blora.
Aksi turun ke jalan PC PMII Blora di Gedung DPRD Blora.

Blora – Aksi turun ke jalan dengan tagar Bela Rakyat yang digelar PC PMII Blora, Rabu (13/4) tidak mendapat tanggapan dari DPRD Blora. Hal itu sontak memicu kekecewaan masa aksi yang berharap bakal ditemui pihak DPRD Blora.

“Dalam aksi ini, banyak hal yang ingin kami sampaikan kepada DPRD Blora selaku wakil rakyat. Namun pada kenyataannya tidak ada satupun dari mereka yang menemui kami. Alasannya pun sangat klasik, yakni sedang berada diluar kota,” ucap Ketua Umum PC PMII Blora, M. Nur Kholis Madjid.

BACA JUGA :  RANPERDA LPJ APBD 2018 SELESAI DIBAHAS, BLORA TUNGGU EVALUASI GUBERNUR

Terlihat, aksi yang digelar dengan durasi berjam-jam itu hanya ditemui pihak Sekretariat Dewan (Sekwan) Daerah dan mengemukakan bahwa DPRD Blora sedang diluar kota.

“Kebetulan DPRD Blora sedang diluar kota. Nanti aspirasi kalian akan kami sampaikan pada pihak terkait,” ucap Alim selaku pihak Sekretariat Dewan Daerah.

Menanggapi pernyataan tersebut, Salah seorang orator aksi bernama Abdul Kholik mencoba berdialog dengan pihak Sekwan dan mendesak adanya audiensi setelah aksi ini.

BACA JUGA :  GEDUNG SD N 3 BANJAREJO MULAI KEROPOS, DPRD JANJIKAN RESPON CEPAT

“Semisal hari ini DPRD Blora sedang tidak ada di kantor, kami minta untuk dijadwalkan audiensi setelah aksi ini. Dan kami berharap adanya hitam diatas putih,” desaknya tegas.

Adapun tuntutan yang dibawa PC PMII Blora meliputi, penuntasan polemik minyak goreng yang berlarut, Menuntut pemerintah memberikan keadilan dalam harmonisasi peraturan perpajakan, Menolak kenaikan harga BBM dan gas LPG 3kg, mendesak Pemkab Blora merealisir pembangunan infrastruktur secara transparan, serta memberikan keberimbangan program beasiswa Pemkab Blora dengan penurunan angka pengangguran lulusan sarjana. (Kin).

BACA JUGA :  KUA-PPAS DITEKEN, RKA RAPBD BLORA 2019 SEGERA DISUSUN