GELAR SEMNASA & IT CAS 2025, STMIK AMIKOM SURAKARTA ANGKAT ISU MULTIMEDIA DAN KECERDASAN BUATAN

Tampilan sesi Seminar Nasional (Semnasa) dan Kompetisi IT Nasional (IT CAS) 2025 STMIK AMIKOM Surakarta yang berlangsung secara daring dengan menghadirkan pakar multimedia dan kecerdasan buatan serta diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah.

Blora, BLORANEWS.COM – Perkembangan teknologi informasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melaju sangat cepat dan mengubah banyak aspek kehidupan.

Menyadari besarnya peluang sekaligus tantangan tersebut, STMIK AMIKOM Surakarta menggelar Seminar Nasional AMIKOM Surakarta (Semnasa) dan Kompetisi IT Nasional (IT CAS) 2025, Sabtu (29/11/2025).

Kegiatan yang diselenggarakan secara daring ini mengusung tema “Transformasi Kampus Berdampak Melalui Artificial Intelligence dan Multimedia”.

Lewat Semnasa dan IT CAS 2025, kampus ingin mendorong pemanfaatan AI dan multimedia secara kreatif di lingkungan perguruan tinggi maupun kalangan pelajar.

Untuk memperkaya perspektif, panitia menghadirkan dua narasumber yang selama ini dikenal sebagai pakar di bidangnya.

Di bidang multimedia, hadir Prof. Dr. M. Suyanto, M.M selaku Rektor Universitas Amikom Yogyakarta. Adapun materi kecerdasan buatan disampaikan oleh Dr. Sri Mulyana, M.Kom dari Universitas Gadjah Mada.

Dalam sambutannya, Ketua STMIK AMIKOM Surakarta, Moch. Hari Purwidiantoro, S.T., M.M., M.Kom, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Semnasa yang ketiga pada tahun 2025 ini.

Ia menilai, antusiasme peserta menunjukkan bahwa isu AI dan teknologi informasi semakin menarik perhatian generasi muda.

“Saya sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini yang mampu di ikuti oleh ratusan peserta pemakalah dan kompetisi IT bagi pelajar SMU sederajat,” ujar Hari dalam sambutannya ketika membuka acara seminar tersebut.

Ekonomi Kreatif di Era AI

Pada sesi pemaparan materi, Prof. Dr. M. Suyanto, M.M menyoroti pentingnya strategi keberlanjutan ekonomi kreatif di tengah gelombang AI. Menurutnya, teknologi seharusnya digunakan untuk memperkuat ekosistem usaha kreatif, bukan sebaliknya.

“Agar terus tetap berlanjut maka kita harus membuat sebuah ekosistem ekonomi yang kreatif salah satunya berbasis AI,” ujar Prof. Suyanto dalam sesi presentasinya.

Sementara itu, Dr. Sri Mulyana, M.Kom mengulas peluang dan tantangan AI dalam proses transformasi digital saat ini. Ia menekankan bahwa kecerdasan buatan idealnya ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti manusia.

“AI hanya bersifat membantu dalam proses transformasi digital dan tidak menggantikan peran manusia seutuhnya,” terang Dr. Sri Mulyana saat memaparkan materi yang disampaikan.

Usai sesi seminar, acara dilanjutkan dengan presentasi paralel dari para pemakalah yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah secara daring.

IT CAS 2025: Adu Kreativitas Teknologi

Selain Semnasa, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengumuman pemenang Kompetisi IT AMIKOM Surakarta (IT CAS) 2025. Lebih dari 600 peserta dari seluruh Indonesia ambil bagian dalam berbagai kategori lomba, mulai dari animasi, game, desain, hingga konten kreatif.

Adapun para pemenang IT CAS 2025 adalah:

  1. Kategori Animasi 3D – Juara pertama: Muhamad Izzul Islam (STMIK AMIKOM Surakarta)

  2. Kategori Game Development – Juara pertama: Gilbert De Foucauld Winardy dkk (Universitas Ciputra Makasar)

  3. Kategori UI/UX Design – Juara pertama: Ni Kadek Alya Prishanti PS dkk (Universitas Brawijaya)

  4. Kategori Short Movie – Juara pertama: Herdiansyah Dwi Saputra dkk (Universitas Dinamika)

  5. Kategori UI/UX Web Design – Juara pertama: Muhammad Putra Darmawan dkk (SMKN 8 Semarang)

  6. Kategori Karya Essay – Pemenang pertama: Fa’iq Nur Hafiz (SMAN 1 Kutorejo)

  7. Kategori Video TikTok – Pemenang pertama: Aura Dian Permata dkk (SMA Unggulan CT Arsa Foundation Sukoharjo)

  8. Kategori Poster Pelajar – Pemenang pertama: Muhammad Biyyan Ramadhan dkk (SMA Negeri 1 Ngemplak)

Secara keseluruhan, gelaran Semnasa dan IT CAS 2025 dinilai sukses dan berjalan lancar. Panitia mencatat lebih dari 150 makalah masuk dan dipresentasikan dalam sesi paralel, mencerminkan tingginya minat akademik dan kreativitas peserta.

Untuk kategori makalah terbaik, penghargaan diraih oleh Oddy Dirgantara Putra dkk dari Universitas Darussalam Gontor, dengan judul “Implementasi Algoritma Support Vectors Machine untuk Klasifikasi Kesehatan Mental Mahasiswa Tingkat Akhir Berdasarkan Filsafat Al-Wujud dalam Islam.”

Kombinasi antara seminar, kompetisi, dan kehadiran pakar multimedia serta AI ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak talenta muda yang siap bersaing di dunia digital dan industri kreatif masa depan. (Jyk)