fbpx

GROPYOKAN TIKUS DIGELAR PADA LAHAN SELUAS 25 HEKTAR DI DESA KEDUNGTUBAN

  • Bagikan
Babinsa Koramil 08 Kedungtuban bersama UPTD Pertanian Kedungtuban melaksanakan Gropyokan Tikus dengan cara pengasapan, Rabu (07/02).

Kedungtuban – Serangan hama tikus terjadi di lahan pertanian padi milik petani di Dukuh Puthuk Desa Kedungtuban Kecamatan kedungtuban akhir-akhir ini.

Untuk membasmi hama ini, petani pemilik lahan didampingi Babinsa Koramil 08 Kedungtuban Sertu Pasir dan Kepala UPTD Pertanian Kedungtuban Suparman melaksanakan gropyokan (pembasmian) hama tikus dengan cara pengasapan, Rabu (07/02).

 

Babinsa Koramil 08 Kedungtuban bersama UPTD Pertanian Kedungtuban melaksanakan Gropyokan Tikus dengan cara pengasapan, Rabu (07/02).

 

Babinsa Koramil 08 Kedungtuban Sertu Pasir mengatakan, selain untuk membasmi populasi tikus, cara pengasapan ini juga cukup efektif mencegah persebaran hama tikus di lahan pertanian di sekelilingnya.

“Pengasapan merupakan salah satu cara pengendalian populasi hama tikus. Meski ada cara yang lain, seperti penangkapan secara manual dan cara lainnya, pengasapan ini dipilih karena akan langsung membunuh hama di liangnya,” jelas Sertu Pasir.

Sebelum kegiatan gropyokan dilaksanakan, terlebih dahulu bpara petani mengikuti penyuluhan dan simulasi pengasapan.

“Caranya, dengan memasukkan pestisida asap ke dalam liang tikus. Asap akan merusak sistem pernapasan dan saraf tikus. Tikus berkembang sangat cepat mengingat predator alami tikus mulai berkurang jumlahnya karena banyak diburu,” jelas Kepala UPTD Pertanian Kedungtuban Suparman di depan para petani.

Suparman menambahkan, penyuluhan dan gropyokan tikus ini akan dilaksanakan di sejumlah lahan pertanian lainnya di Kedungtuban yang mendapat serangan hama pengerat ini.

Penyunting : Aribpak’i

 

  • Bagikan