fbpx

GUNA MEMUDAHKAN TRACKING, BUPATI BERHARAP PASIEN JUJUR

  • Bagikan
Ilustrasi
Ilustrasi

Blora – Dari seluruh pasien yang hasil Rapid Test dinyatakan positif, ada berapa yang belum terlacak darimana asal tertularnya. Bupati Blora Djoko Nugroho berharap, kepada pasien untuk jujur, supaya nantinya bisa memudahkan tenaga medis dalam hal Tracing.

 

Ilustrasi
Ilustrasi

 

“Ada beberapa orang positif rapid test yang klusternya belum jelas atau belum diketahui secara pasti. Kalau RSUD Blora jelas mungkin Perumda, pasien Temboro jelas dari Magetan. Tapi  ada saudara kita setelah di Rapid positif belum tahu darimana penularannya. Ini yang sedang kita cari, kejujuran pasien sangatlah penting. Semuanya harus hati-hati,” harap Bupati dalam Konferensi Pers di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blora. Senin (11/05).

Lebih lanjut, dirinya menambahkan, hingga saat ini, Senin (11/05) pukul 13.00 WIB di Kabupaten Blora positif Covid-19 yang telah terkonfirmasi melalui hasil Swab Test Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) ada sembilan orang, tiga diantaranya meninggal, dan enam masih dirawat di RSUD Blora, RSUD Cepu dan Klinik Bakti Padma untuk menjalani isolasi.

“Sedangkan untuk hasil Rapid Test sudah ada 50 orang yang positif. Rinciannya 22 orang dari santri Ponpes Temboro Magetan yang pulang ke Blora. Kemudian tenaga medis RSUD Blora ada 7 orang, tenaga medis RSUD Cepu ada 14 orang, sisanya 7 orang dari masyarakat,” pungkasnya. (jyk)

banner 120x500
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

error: Konten dilindungi!!