Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

GUSDURIAN SALURKAN TALI ASIH UNTUK KELUARGA PETUGAS PTPS YANG GUGUR

Blora Sebagai komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi, Jaringan Gusdurian turut serta mendukung penyelenggaraan pemilu 2019 secara damai, kondusif dan demokratis sesuai dengan 9 nilai utama yang diajarkan Gus Dur.

 

Jaringan Gusdurian menyerahkan tali asih kepada keluarga alm. Amin Ansori di Desa Brumbung Kecamatan Jepon Kabupaten Blora

Jaringan Gusdurian menyerahkan tali asih kepada keluarga alm. Amin Ansori di Desa Brumbung Kecamatan Jepon Kabupaten Blora

 

Begitu pula terhadap para pahlawan demokrasi yang telah gugur dalam menjalankan tugas penyelenggaraan Pemilu, tidak hanya berempati melainkan Gusdurian juga turut berbela sungkawa dan memberikan penghormatan yang setinggi tingginya kepada para pahlawan demokrasi tersebut.

Sebagai bentuk empati, Sekretariat Nasional (Seknas) Jaringan Gusdurian bekerja sama dengan KitaBisa.com, telah menyalurkan bantuan kepada ahli waris para penyelenggara Pemilu yang meninggal dunia dalam menjalankan tugas selama proses pemilu 2019.

Koordinator Seknas Gusdurian, Jay Akhmad menyatakan bahwa lembaga yang dipimpinnya telah menyalurkan santunan ke 51 korban di 34 daerah/kabupaten di seluruh Indonesia.

Diantara penyaluran santunan tersebut, salah satunya ada di Kabupaten Blora, Jawa Tengah yaitu kepada keluarga korban atas nama M. Amin Ansori yang pada saat Pemilu 2019 bertugas sebagai Pengawas TPS 8 desa Brumbung Kecamatan Jepon, Minggu (22/09).

Koordinator Jaringan Gusdurian Blora, Moesafa menyampaikan, penyaluran ini sebagai tindak lanjut proses sebelumnya yaitu pendataan, pengusulan dan verifikasi. Pihaknya menambahkan, dalam penyaluran santunan ini Jaringan Gusdurian Blora bertindak mewakili Seknas Jaringan Gusdurian.

“Ini merupakan bentuk kepedulian public kepada para korban yang telah meninggal dalam mengawal proses Pemilu. Kami berharap untuk tidak dilihat besaran santunannya yang tak seberapa, tapi yang lebih penting dari itu semua hal ini merupakan bentuk keprihatinan dan kepedulian masyarakat kepada para korban yang telah gugur dalam bertugas,” tutur Moesafa.

Lebih lanjut, Moesafa menambahkan, tali asih ini bukanlah untuk mengganti kerugian materiil keluarga, akan tetapi sebagai pengingat bahwa duka keluarga yang ditinggalkan merupakan duka kita semua.

Menanggapi santunan ini, Subakir, bapak dari Alm. M. Amin Ansori mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas bantuan yang diberikan. Ia pun mengungkapkan kecintaan kepada Gus Dur sebagai sosok kyai besar yang negarawan

“Semoga, komunitas Gusdurian semoga semakin bermanfaat untuk bangsa, negara dan agama. Kami berharap, komunitas Gusdurian dapat memperbanyak dan memperluas kiprahnya di masyarakat,” ucap Subakir. (irc)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan