fbpx

HADIRKAN GASLINK CNG, SAATNYA INDONESIA STOP IMPOR LPG

Pertamina dan Perusahaan Gas Negara (PGN) kini sedang berupaya menghadirkan energi gas yang bersih dan ramah lingkungan. Salah satu yang diluncurkan ialah Gaslink CNG (Compressed Natural Gas).
Peresmian pemanfaatan dan perluasan gas bumi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Penggaron.

Semarang, BLORANEWS – Pertamina dan Perusahaan Gas Negara (PGN) kini sedang berupaya menghadirkan energi gas yang bersih dan ramah lingkungan. Salah satu yang diluncurkan ialah Gaslink CNG (Compressed Natural Gas).

Gaslink CNG merupakan gas bumi yang dikemas dalam bentuk tabung yang mudah dipindahkan seperti tabung LPG. Dimana didalamnya terdapat gas bertekanan 200-250 barg dengan volume gas bumi sebesar 20 m3. Atau jika dibandingkan, setara dengan 24 kg LPG.

Dalam acara Peresmian pemanfaatan dan perluasan gas bumi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Penggaron, Sekda Jateng Sumarno mengatakan, Produk Gaslink CNG nantinya akan membantu pemerintah dalam mengurangi besarnya impor LPG. Selain itu, penggunaannya juga menjadi bagian dari perwujudan kemandirian energi nasional.

“Memang energi ini adalah sebenarnya energi yang kita miliki sendiri di Indonesia. LPG itu adalah impor. Jadi ini adalah bagian bagaimana kita menuju kemandirian energi. Kita memanfaatkan energi yang kita sangat melimpah. Jadi tentu saja energi ini tadi juga disampaikan lebih efisien,” ungkapnya, Kamis (14/7).

Sumarno menegaskan, Gaslink CNG ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan usaha di sektor industri dan komersial. Seperti hotel, rumah makan, rumah sakit dan laundry. Ditambah lagi, penggunaannya yang lebih hemat 20℅ dari LPG akan membuat pelaku usaha di Jateng kian berkembang.

“Tentu saja ini adalah bagian dari bagaimana menjadikan masyarakat jateng menjadi ekonominya berkembang dan efisien. Dan kami berharap, karena ini adalah seperti piloting, tentu saja bisa dikembangan di daerah-daerah lain di Jateng,” harapnya. (Kin).