fbpx

HAMA TIKUS PERSOALAN SERIUS

  • Bagikan
Penulis, Ajir
Penulis, Ajir

Bukan tragedi pertama, petani di Blora menjadi korban jebakan tikus beraliran listrik.

Secara teori, tikus dapat berkembang biak menjadi 1.270 ekor per tahun perpasang. hal ini menggambarkan betapa pesatnya populasi tikus dalam setahun, Ketersediaannya sumber makanan berpengaruh besar terhadap populasi tikus.

 

PAK, HAMA TIKUS INI SOAL SERIUS, ORA GUYON
Penulis, Ajir

 

Hama tikus merupakan hama terpenting pada tanaman padi untuk dikendalikan, karena serangan tikus berpotensi besar mengurangi hasil produksi secara signifikan.

Sebetulnya, usaha untuk mengendalikan tikus ini sudah banyak dilakukan oleh para petani, mulai dari fisik, cara hayati, sanitasi, mekanik dan kimia. Namun harus diakui hingga kini cara yang dilakukan belum optimal.

Di Blora petani banyak menggunakan aliran listrik sebagai alat pengendalian hama tersebut, meskipun berakibat sangat fatal, sudah banyak korban jiwa dalam memakai metode tersebut.

Tak mudah memang mengendalikan hama ini, di sejumlah daerah hama tersebut juga menjadi momok bagi petani.

Menurut saya, Pemerintah perlu secara serius turun tangan, jika perlu alokasikan anggaran untuk menangani hama tersebut.

Pemerintah mestinya mengambil langkah strategis, misalnya dengan melakukan penelitian maupun kajian secara komprehensif sehingga memahami secara terperinci penyebab hama tersebut sehingga dapat mengatasi secara tepat.

Pemimpin harusnya turun ditengah-tengah petani, menjadi jenderal lapangan untuk mengatasi persoalan tersebut.

Kalau persoalan petani selalu buntu, misal kelangkaan pupuk tidak bisa mencari solusi, harga panen murah pemerintah hanya diam terus mau disuruh apa pemerintah.

Ingat, hampir separuh lebih masyarakat Blora berprofesi sebagai petani, buka maskermu nyatakan dengan lantang perang dengan hama tikus.

Jangan sampai kita punya pemimpin yang perang dengan tikus saja kalah, bagaimana mau memimpin Blora.

Jika masih tak mampu juga maka guyonan “Umpomo Gak usah pilihan bupati ngono piye?, mengko Blora tak uruse karo cah-cah” cukup relevan karena memang kepeminpinan hari ini hanya simbol belaka dan tidak memberi solusi terhadap persoalan petani.

Tak lupa doa untuk petani Blora yang telah gugur dalam mengemban tugas mulia, selalu diberi keistimewaan di sisi Allah SWT. 

Tentang Penulis : Ajir adalah Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Blora 2002 dan berprofesi sebagai Petani dan peternak lele.

 

*Opini di atas merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab Bloranews.com

banner 120x500
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

error: Konten dilindungi!!