fbpx

HARGA BBM BAKAL NAIK, POM BENSIN DI BLORA BANJIR PENGENDARA

Jelang kenaikan harga BBM, sejumlah Setasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Blora dibanjiri para pengendara. Baik pengendara motor, mobil, maupun kendaraan besar seperti bus dan truk.
Antrean panjang pengendara di SPBU Ngawen.

Blora, BLORANEWS – Jelang kenaikan harga BBM, sejumlah Setasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Blora dibanjiri para pengendara. Baik pengendara motor, mobil, maupun kendaraan besar seperti bus dan truk.

Berdasarkan pantauan Bloranews.com di SPBU Ngawen pada Jumat (2/9) malam, dari pukul 19.00 WIB hingga pukul 22.45 WIB, terlihat antrean panjang pengendara tanpa hentinya menyelimuti SPBU. Bahkan saking tingginya volume kendaraan, antrean mengular hingga ke jalan raya.

BACA JUGA :  DUHAI PENGUASA, KENAIKAN BBM MENGUNTUNGKAN SIAPA?

Salah seorang pengendara motor bernama Romi Syahriyal mengatakan, ia rela mengantre panjang agar bisa mengisi penuh tangki motornya. Hal itu dilakukannya untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM.

“Saya ngantre hampir satu jam mas. Mau ngisi pertalite penuh. Soalnya harga BBM mau naik lagi katanya,” jelasnya kepada wartawan Bloranews, Jumat (2/9) malam.

BACA JUGA :  BBM NAIK, 939.232 PEKERJA DI JATENG DAPAT BSU

Selain itu, Romi juga menyampaikan rasa keberatannya akan rencana kenaikan harga BBM. Hal itu diungkapkannnya mengingat pekerjaannya yang tidak bisa lepas dari kendaraan.

“Walah, misal jadi naik ya pusing mas. Pengeluaran habis hanya untuk beli bensin,” keluhnya.

Senada dengan Romi, Eko Puji juga mengatakan harus antre panjang untuk mendapatkan bensin. Bahkan saking panjangnya antrean ia harus pindah SPBU sebanyak tiga kali.

BACA JUGA :  TEGAS! DPD PKS TOLAK KENAIKAN HARGA BBM

“Udah tiga kali pindah SPBU tetep penuh semua. Ini juga masih antre panjang,” ucap Eko kesal.

Diketahui sebelumnya, Pemerintah melalui kementerian ESDM telah mewacanakan untuk menaikkan harga BBM jenis pertalite dan solar. Pertalite dikabarkan akan naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Sedangkan solar yang semula Rp 5.150 per liter menjadi Rp 7.200 per liter. (Kin)