fbpx

HARGA MINYAK JADI POLEMIK, BEGINI TANGGAPAN KADINDAGKOP BLORA

NAHKODAI SEBAGAI PLT, LULUK : KITA AKAN BUAT DINDAGKOP ERA BARU
Plt. Kepala Dindagkop Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi.

Blora- Tempo hari, harga minyak goreng di Kabupaten Blora sempat menjadi perbincangan hangat ditengah masyarakat. Hal itu dikarenakan adanya distributor yang menjual minyak goreng diatas aturan pemerintah.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kadindagkop-Ukm) Blora, Luluk Kusuma menjelaskan bahwa pihaknya senantiasa memantau harga minyak goreng yang dijual ke masyarakat.

BACA JUGA :  LAHIRNYA ERA KONOTATIF, ZAMAN SETELAH POSTMODERN

“Terkait harga sudah kita koordinasikan dengan kementerian. Pokoknya kita selalu pantau terkait harga sesuai aturan pemerintah. Dan kami mohon ada percepatan dari produsen ke distributor,” ujarnya dihubungi Bloranews melalui jaringan seluler, Minggu, (20/2).

Ditanya kasus pedagang yang kulakan minyak ketika harga tinggi dan akan mengalami kerugian jika menjual sesuai harga sekarang, Dirinya mengaku telah koordinasi dengan kementerian dan beberapa toko guna mengatasi masalah tersebut.

BACA JUGA :  ALAMI BONUS DEMOGRAFI, ANGKA PENGANGGURAN DI BLORA KIAN MENINGKAT

“Iya ada beberapa yg kulakan pas Januari tinggi dan di minta Februari menjual dengan harga 14 ribu. Kami sudah koordinasi dengan kementerian dan beberapa toko, untuk distributor yg sudah mendapatkan subsidi tentu sudah bisa menjual dengan harga 14 ribu, untuk yang belum segera kita tindaklanjuti dan koordinasi dengan kemendag,” ujarnya.

BACA JUGA :  MERUGIKAN! PKL BOLEH BERJUALAN DI MALAM TAHUN BARU, NAMUN AKSES JALAN MASUK DITUTUP

Untuk diketahui, berikut harga eceran tertinggi minyak goreng terbaru yang berlaku mulai 1 Februari 2022. Minyak goreng curah Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13. 500 per liter dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000 per liter. (Kin).