fbpx

HARI GIZI NASIONAL, DINKES HARAP BLORA NEW ZERO STUNTING

Pemerintah Kabupaten Blora terus mengupayakan bagaimana tidak ada tambahan kasus stunting baru di Blora, untuk mewujudkan Blora New Zero Stunting. Saat ini, data terupdate per, Sabtu (27/11/2021) prosentase stunting di Kab. Blora, berada pada 9,23 persen.
Ilustrasi.

Blora – Pemerintah Kabupaten Blora terus mengupayakan bagaimana tidak ada tambahan kasus stunting baru di Blora, untuk mewujudkan Blora New Zero Stunting. Saat ini, data terupdate per, Sabtu (27/11/2021) prosentase stunting di Kab. Blora, berada pada 9,23 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora, Edy Widayat mamaparkan, harapan Blora New Zero Stunting masih menjadi terget utama. Pihaknya juga mengintervensi sebagus mungkin bagi yang terkena stunting.

BACA JUGA :  DIDUGA PUNGLI DAN PELAYANAN BURUK, INI KATA DIRUT RSUD BLORA

“Stunting biasanya terjadi karena pola asuh yang tidak pas. Belum tentu karena ekonomi kurang terkena stunting, ekonomi bagus juga tidak menjamin tidak terkena hal tersebut. Nah biasanya bapak dan ibunya bekerja, bayi dititipkan nenek, asupan gizi tidak terpenuhi,” paparnya, Selasa (25/01).

Menurutnya, untuk obesitas, kekurangan gizi juga tidak bagus begitupun jika kelebihan juga tidak bagus. Obesitas, pihak Dinkes hanya bisa memberi penyuluhan pada masyarakat bahwa. Selain itu, Edy berharap, tidak ada kasus stunting terbaru di Kabupaten Blora.

BACA JUGA :  DINKES BLORA SALURKAN 750 TABUNG OKSIGEN

“Itu menjadi cita-cita kita bersama. Langkah intervensi tidak hanya pada bayi, jauh sebelum kehamilan pula, kita mulai dari awal jangan sampai nikah dini, itu juga sebab stunting. Kandungan ibu belum siap termasuk juga karena faktor usia yang terlalu dini,” tutupnya. (Jam).