fbpx

HAUL XI MBAH NADJIB : BERBURU BERKAH DI MAKAM GUNUNG RIPIN

  • Bagikan
Santri di Pesantren Ngadipurwo berasal dari kawasan Blora, Rembang, Grobogan dan sejumlah daerah lainnya.

Blora – Puncak peringatan Haul Pendiri Pesantren Al Hikmah Ngadipurwo KH Nadjib Suyuthi ke- XI berlangsung kemarin, Selasa (06/02). Serangkaian kegiatan pun digelar, salah satunya adalah ziarah ke makam sang muassis (pendiri pesantren) di kompleks Makam Gunung Ripin kawasan Polaman Blora Kota.

 

Santri di Pesantren Ngadipurwo berasal dari kawasan Blora, Rembang, Grobogan dan sejumlah daerah lainnya.

 

Ketua Panitia Haul KH Nadjib Suyuthi ke- XI M. Jauharul Fuadil Habib (Gus Habib)memaparkan, sebelum dilaksanakan kegiatan ziarah, panitia telah menggelar sejumlah kegiatan untuk meramaikan haul tahun ini.

 “Sebelumnya telah dilaksanakan Festival Hadroh se- Kabupaten Blora, perlombaan untuk santri seperti lomba hafalan Juz’ Amma dan Surat Yasin, dilaksanakan pula Reuni Alumni Pesantren Al Hikmah,” terang Gus Habib, Rabu (07/02).

Kemarin siang usai reuni alumni, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam pendiri Pesantren Al Hikmah Ngadipurwo KH Nadjib Suyuthi di kompleks makam Gunung Ripin kawasan Polaman Blora Kota.

Para santri Al Hikmah, dengan berjalan kaki bergerak dari kompleks pesantren menuju lokasi ziarah. Sepanjang perjalanan, para santri ini diiringi dengan penampilan grup drumband Pesantren Al Hikmah, dengan pengawalan dari Satkoryon Banser Blora Kota.

“Jadi, di kompleks makam Gunung Ripin ini dimakamkan Abah Nadjib (KH Nadjib Suyuthi), Mbah Dinul Hadi, Mbah Said Dinul Hadi, dan Mbah Arifin. Konon, nama Gunung Ripin ini diambil dari nama Mbah Arifin yang dimakamkan di lokasi tersebut,” lanjutnya.

Tak hanya keluarga besar Pesantren Al Hikmah Ngadipurwo yang masih bermukim di pesantren yang mengikuti ziarah ini, tetapi juga para alumni dan masyarakat umum.

“Para alumni, sekitar 500-an orang, santri dan masyarakat umum ikut ziarah. Mereka antusias, karena percaya adanya berkah dari para kyai. Selain itu, ziarah ini merupakan wujud ta’zim (penghormatan) santri kepada ulama yang telah mendidik mereka,” pungkas Gus Habib.

 

Penyunting : Achmad Niam Djamil

banner 120x500
  • Bagikan