fbpx

INDEKS PEMBANGUNAN GENDER (IPG) KABUPATEN BLORA TERENDAH SE-PROVINSI JATENG

Dilansir dari laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, Blora merupakan kabupaten dengan angka IPG terendah. Di tahun 2020, angka IPG kabupaten Blora ialah 83,88. Jauh dari kabupaten Surakarta yang memiliki angka IPG tertinggi di Jawa Tengah, yakni 96,84.
Illustrasi.

Indeks Pembangunan Gender (IPG) merupakan indikator yang menggambarkan perbandingan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) perempuan dan laki-laki.

IPG digunakan untuk mengukur keberhasilan upaya pembangunan kualitas hidup manusia dengan mengungkapkan capaian hidup perempuan dan laki-laki. Diukur dari umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup yang layak.

Jika nilai IPG mendekati angka 100, berarti semakin setara pembangunan perempuan dan laki-laki. Jika sebaliknya, berarti ketimpangan gender di suatu daerah masih tinggi.

BACA JUGA :  BOCAH DISABILITAS DICABULI KAKEK BERUSIA 72 TAHUN

Dilansir dari laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, Blora merupakan kabupaten dengan angka IPG terendah. Di tahun 2020, angka IPG kabupaten Blora ialah 83,88. Jauh dari kabupaten Surakarta yang memiliki angka IPG tertinggi di Jawa Tengah, yakni 96,84.

Kondisi tersebut menandakan kalau angka ketimpangan gender di Kabupaten Blora masih tergolong tinggi. Berarti indikator IPG berupa umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan/pendidikan, serta standar hidup yang layak masyarakat Blora masih rendah, khususnya bagi kaum perempuan. (kin).

BACA JUGA :  HAKORDIA 2021, SEKDA JATENG : TINDAKAN KORUPSI JANGAN DITOLERIR