fbpx

INI PESAN KEBANGSAAN ROIS SYURIAH NU JATENG DI HARLAH NU KE-93

Rois Syuriah RWNu Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh tengah melantik Pengurus MWCNU Kradenan dalam peringatan Harlah Nu ke- 93
Rois Syuriah RWNu Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh tengah melantik Pengurus MWCNU Kradenan dalam peringatan Harlah Nu ke- 93

Kradenan- Konsistensi NU dalam mempertahankan kedaulatan NKRI telah dimulai sejak negara ini lahir. Sehingga, menjadi kewajiban bagi warga nahdliyin untuk terus mengobarkan semangat cinta tanah air.

Pesan kebangsaan ini disampaikan Rois Syuriah NU Jawa Tengah, KH Ubaidullah Shodaqoh saat menyampaikan tausyiah dalam rangka hari lahir (Harlah) NU ke-93 di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora.

 

Rois Syuriah RWNu Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh tengah melantik Pengurus MWCNU Kradenan dalam peringatan Harlah Nu ke- 93
Rois Syuriah RWNU Jawa Tengah, KH Ubaidulah Shodaqoh tengah melantik Pengurus MWCNU Kradenan dalam peringatan Harlah Nu ke- 93

 

“Maka, para pengurus NU dan warga nahdliyin harus bersungguh-sungguh ngurusi NU. NU memperjuangkan berdirinya NKRI, dan terus mempertahankannya,” ucap KH Ubaidullah, usai melantik pengurus MWC NU Kradenan, dalam rangkaian Harlah tersebut, Kamis (31/01) malam.

Kyai Ubaid, sapaan KH Ubaidullah Shodaqoh, juga berpesan agar warga nahdliyin tidak mudah terprovokasi dengan kelompok-kelompok yang terus menyebar kebencian. Menurutnya, kelompok tersebut kerap mengatasnamakan Islam, namun ternyata justru memecah belah umat.

“Amanah ini (mengurus NU dan mempertahankan NKRI), merupakan amanah dari Hadrotussyaih KH Hasyim Asy’ari dan para kyai pendiri NU,” pungkas Kyai Ubaid.

Rangkaian Harlah NU ke- 93 di Kecamatan Kradenan

Pelantikan pengurus MWC NU Kecamatan Kradenan, dan pengajian akbar yang berlangsung di lapangan Mulyorejo Desa Sumber Kecamatan Kradenan tersebut, merupakan puncak peringatan Harlah NU ke- 93 di Kecamatan Kradenan.

Acara dimulai sejak pagi, diawali dengan upacara pengibaran bendera Merah Putih. Ketua Tanfidziyah NU Kecamatan Kradenan, Basori bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Ribuan peserta upacara, dari unsur badan otonom NU, warga nahdliyin, pelajar dan para guru di lingkungan LP Ma’arif NU Kecamatan Kradenan, Forkompimcam Kradenan dan Pemerintah Desa setempat mengikuti upacara dengan tertib.

Usai upacara, dilanjutkan dengan penampilan seni. Sejumlah kreasi seni ditampilkan dalam kesempatan ini. Meliputi paduan suara dengan iringan musik angklung dari MI NU Assahadah Mulyorejo, serta kreasi tari dari MI Bustanut Tholibin Jompong.

Kemudian, penampilan seni wiraloka Pencak silat Pagar Nusa, pembacaan puisi dari Fatayat NU, serta penampilan Hadroh Rijalul Ansor Kradenan yang diiringi belasan penari sufi di arena pentas seni.

Acara dilanjutkan dengan pelantikan pengurus MWC NU Kradenan masa khidmat 2019-2024. Sebanyak 37 pengurus yang dilantik yang terdiri dari jajaran Mustasyar, Syuriyah dan Tanfidziyah. Dilanjutkan dengan pelantikan ketua lembaga di bawah NU Kradenan.

Peringatan Harlah NU ke- 93 di Kecamatan Kradenan ditutup dengan pengajian umum. Tausyiah disampaikan oleh Rois Syuriah NU Jateng, KH Ubaidullah Shodaqoh. (rfy)