fbpx

JALAN DAN DRAINASE RUSAK, WARGA SITA ALAT BERAT PROYEK EMBUNG TAMBAKROMO

  • Bagikan
Audiensi antara warga Kelurahan Tambakromo Kecamatan Cepu Kabupaten Blora
Audiensi antara warga Kelurahan Tambakromo Kecamatan Cepu Kabupaten Blora dengan pelaksana Proyek Embung Tambakromo difasilitasi Pemerintah Kelurahan setempat.

Cepu- Sejumlah infrastruktur publik di lingkungan RT 01 hingga RT 05/RW 01 mengalami kerusakan akibat adanya aktivitas proyek pembangunan Embung Tambakromo di kawasan Kelurahan Tambakromo Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Tak ayal, warga kemudian menyita sebanyak 4 unit alat berat yang digunakan dalam proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), yang dikerjakan oleh CV Wedha Permana Konstruksi dengan anggaran sebesar Rp1,9 miliar tersebut.

 

Audiensi antara warga Kelurahan Tambakromo Kecamatan Cepu Kabupaten Blora
Audiensi antara warga Kelurahan Tambakromo Kecamatan Cepu Kabupaten Blora dengan pelaksana Proyek Embung Tambakromo difasilitasi Pemerintah Kelurahan setempat.

 

Ketua RT 02 RW 01 Kelurahan Tambakromo, Antok Widayanto mengungkapkan, penyitaan sejumlah alat berat ini dilakukan warga lantaran khawatir kontraktor tersebut akan meninggalkan jalan dalam kondisi rusak.

 “Tapi tiba-tiba alat berat mau dikelurkan dari lokasi. Kami khawatir jalan yang sudah rusak itu dibiarkan begitu saja,” ucap Antok dalam audiensi warga dengan pihak kontraktor di kantor Kelurahan Tambakromo, Jumat (04/01).

Antok menambahkan, penyitaan alat berat tersebut terpaksa dilakukan lantaran belum ada realisasi perbaikan jalan lingkungan. Padahal sebelumnya kontraktor sudah menyatakan untuk melakukan perbaikan.

Kerusakan infrastruktur tersebut, meliputi kerusakan jalan akibat mobilisasi kendaraan pendukung proyek yang mengangkut tanah galian dari lokasi embung. Kerusakan jalan paving terjadi sepanjang barat SPBU Cepu, hinga jembatan.

Kerusakan juga terjadi pada saluran air (Drainase) arah perumahan, serta jalan utama. Tiang lampu perumahan juga rusak akibat pergeseran tanah yang dilalui truk proyek. Akses jalan untuk petani menjadi terganggu.

“Bahkan, ada pengendara yang mengalami kecelakaan akibat jalan yang rusak,” keluhnya.

Lurah Tambakromo, Sukirno menyampaikan, aksi yang dilakukan warga ini untuk menagih janji kontraktor. warga meminta jaminan dari kontraktor agar melaksanakan komitmenya.

“Intinya warga menagih janji dari kontraktor. Satu unit alat berat harus ditinggal untuk membantu perbaikan jalan,” jelas Sukirno.

Menanggapi tuntutan warga, perwakilan CV Wedha Permana Kontruksi, Mahmud menyanggupi tuntutan warga untuk segera dilakukan perbaikan. Dia mengaku sudah sering menyampaikan kepada warga, perusahaannya berkomitmen melakukan perbaikan infrstruktur. (rij)

banner 120x500
  • Bagikan
error: Konten dilindungi!!