fbpx

JALAN RUSAK, KOMENTAR WARGANET : KEPALA DAERAH TAK PEDULI

  • Bagikan
Meski sudah ada penurunan jumlah kerusakan jalan, Blora masih peringkat teratas daerah dengan kondisi jalan yang memprihatinkan. Datangnya musim hujan membuat jalan yang rusak kian terlihat menyedihkan. Sejumlah netizen Blora merespon situasi ini dengan berkomentar di akun medsos Bloranews.com.
Komentar warganet di akun medsos Bloranews.com.

Blora – Meski sudah ada penurunan jumlah kerusakan jalan, Blora masih peringkat teratas daerah dengan kondisi jalan yang memprihatinkan. Datangnya musim hujan membuat jalan yang rusak kian terlihat menyedihkan. Sejumlah netizen Blora merespon situasi ini dengan berkomentar di akun medsos Bloranews.com.

Berikut komentar warganet Blora tentang jalan rusak yang diposting di akun Facebook Bloranews.com sejak 15 November sampai hari ini (17/21).

Akun Facebook dengan nama Rori Ahmad berkomentar secara sarkas terkait kondisi jalan yang ada di Blora. Rori Ahmad menulis, “Prestasi yang membanggakan. Semoga kedepannya bisa masuk (Muri). Selamat buat pemimpin Blora”. Kalimat yang seolah memuji namun isinya mengkritik.

Berbeda lagi akun Facebook dengan nama Rhadecz, yang berkomentar secara singkat, padat dan menohok. Rhadecz menanggapi jalan rusak di Blora dengan komentar, “Karna kepala daerah tak peduli”.

Ada pula yang mengkritisi jargon Pak Bupati (sesarengan mbangun mblora) yang dianggap tidak sesuai dengan fakta lapangan. Akun dengan nama Sucahyo Jati Asmoro menyampaikan, “Sesarengan jeblok dalane (bebarengan rusak jalannya)”.

Terakhir, akun facebook dengan nama De Noto menganggap memiliki jalan yang baik merupakan impian seluruh masyarakat di Blora. Namun sampai hari ini kalimat tersebut hanya berupa impian, karena kenyataannya kondisi jalan di blora tetaplah buruk.

Dalam kolom komentar De Noto menulis, “seng dadi impian masyarakat blora mung dalan apik. Awit jaman baholak sampai era digital wes ngono terus (yang jadi impian masyarakat blora hanya jalan yang bagus. Dari zaman dulu sampai era digital begitu terus)“.

Akun tersebut juga menambahkan bahwa pemerintah daerah sengaja menutup mata dan tidak mau bersuara. “Jane yo weruh tapi etok-etok mingkem (sebenarnya ya mengerti tapi pura-pura tutup mulut)“. (sdk).

  • Bagikan