fbpx

JATENG RAIH TOP 45 INOVASI PELAYANAN PUBLIK 2019, GANJAR: INOVASI SUDAH JADI TRADISI!

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima penghargaan Inovasi Pelayanan Publik di Istana Wakil Presiden RI di Jakarta
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima penghargaan Inovasi Pelayanan Publik di Istana Wakil Presiden RI di Jakarta

Jakarta- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Penghargaan diserahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla di istananya, Selasa (15/10).

 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima penghargaan Inovasi Pelayanan Publik di Istana Wakil Presiden RI di Jakarta
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima penghargaan Inovasi Pelayanan Publik di Istana Wakil Presiden RI di Jakarta

 

BACA JUGA :  GANJAR APRESIASI PROGRAM ‘AKU SEDULURMU’ DARI POLDA JATENG 

Sebanyak 45 kementerian dan lembaga yang meraih penghargaan ini, berkesempatan menjadi nominasi dalam The United Nations Public Service Awards, yakni penghargaan paling bergengsi di tingkat internasional dalam hal pelayanan publik.

Dalam kesempatan ini, Pemprov Jateng meraih penghargaan atas layanan publik berupa aplikasi TeleApik, sebuah aplikasi berbasis daring yang ada di RSUD Margono Soekarjo. Melalui aplikasi ini, warga dapat melihat daftar antrian dan mengetahui tenaga medis yang akan menangani.

BACA JUGA :  PTM DILAKUKAN, GANJAR MINTA VAKSINASI REMAJA DIPERCEPAT

“Dimulai komplain rakyat, sudah dapat pelayanan yang baik atau tidak. Penghargaan ini bukan target. Ini adalah tradisi OPD Pemprov Jawa Tengah, setiap tahun satu inovasi,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dalam sambutannya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, inovasi layanan publik merupakan indikator kemajuan. Dirinya juga menghimbau agar inovasi terus ditingkatkan untuk menjawab berbagai tantangan jaman.

BACA JUGA :  GANJAR IKUTI PENGAJIAN SAWELASAN THARIQOT QADIRIYAH WA NAQSABANDIYAH

“Inovasi merupakan keniscayaan bagi pemerintah daerah dalam menjawab dinamika yang berkembang. Sehingga daerah sedapat mungkin membuat terobosan positif,” ucapnya. (Spt/tkm)