fbpx

JATENG SABET ANUGERAH PARAHITA EKAPRAYA LIMA KALI BERTURUT-TURUT

Jateng Sabet Anugerah Parahita Ekapraya Lima Kali Berturut-turut

Jakarta, BLORANEWS – Provinsi Jawa Tengah menerima Anugerah Parahita Ekapraya (APE), lima kali berturut-turut. Penghargaan yang diberikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan  Perlindungan Anak ini,  atas  keberhasilan dan prakarsa pemprov Jateng membangun Pengarusutamaan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Pada ajang yang dihelat Selasa (19/12/2023) malam itu, Jateng memeroleh APE kategori mentor atau pratama. Hanya dua daerah tingkat provinsi yang memeroleh kategori ini, yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Jawa Tengah Retno Sudewi menerima langsung trophy APE, mewakili PJ Gubernur Jateng Nana Sudjana. Menurutnya, pengarusutamaan gender di Jawa Tengah dilakukan dengan melibatkan perempuan dalam pembangunan. 

Satu di antaranya adalah keikutsertaan kelompok perempuan dalam setiap musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Disamping itu, Pemprov Jateng selalu memberdayakan perempuan dalam bidang ekonomi. 

“Pemberdayaan perempuan melalui pelatihan kewirausahaan agar mereka berdaya secara ekonomi,, sekaligus menurunkan kemiskinan,”  tuturnya, seusai menerima penghargaan di  di Gedung Metro TV Lantai 3, Kedoya Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Selasa malam (19/12/2023).

Ia mengatakan, pemberdayaan bagi perempuan terus dilaksanakan saat pandemi melanda dua tahun lalu. Tahun 2020, pelibatan sektor ini dilakukan dengan memberikan stimulan, untuk pembuatan masker dan faceshield untuk 17 ribu perempuan.

Pada 2021 hingga tahun 2023 Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Tengah melalui Program Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan (PPEP) melakukan rangkaian pelatihan ekonomi kepada 260 kelompok  yang tersebar di 260 desa. 

Adapun pelatihan berupa keterampilan teknis maupun capacity building bagi kelompok perempuan rentan. Hal ini , sebagai upaya menurunkan angka kemiskinan, mengurangi pengangguran dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan desa. (DJ)

Verified by MonsterInsights