JELANG PEMILU, KETUA RMI: POLITIK MEMANAS, PESANTREN HARUS TETAP ADEM!




Blora- Menjelang pemilu 2019 yang berpuncak pada 17 April mendatang, kondisi politik nasional dan daerah makin memanas. Hal ini mendorong Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) NU terus menyuarakan ajakan untuk menjaga kerukunan dan persaudaraan.

Hal ini ditegaskan Ketua RMI NU, KH Abdul Ghoffar Rozin, di sela sambutannya dalam Pembukaan workshop Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat di Pondok Pesantren Al Hikmah, Ngadipurwo, Kecamatan Blora Kota, Blora siang tadi.

 

Ketua Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) NU, KH Abdul Ghoffar Rozin

Ketua Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) NU, KH Abdul Ghoffar Rozin

 

“Kita tau menjelang pemilu ini, situasi politik semakin memanas. Meski demikian, saya minta kepada santri dan pengasuh pesantren untuk tetap adem. Pesantren harus menjadi tempat yang kondusif jelang pemlu,” ajak Gus Rozin (sapaan KH Abdul Ghoffar Rozin, red) , Jumat (15/03).

Lebih lanjut, Gus Rozin juga menghimbau kepada pesantren untuk memastikan para santri mengikuti jalannya pesta demokrasi tahun ini. Bahkan, dirinya menghimbau kepada pihak pesantren untuk memfasilitasi santri dalam menggunakan hak pilihnya.

“Pesantren bisa mengizinkan santri pulang saat hari pencoblosan, atau bisa juga membantu santri mengurus form A5 sehingga dapat menyalurkan hak pilih di TPS terdekat. Terkait ini, nanti bisa komunikasi dengan KPU,” imbuhnya.

Kenalkan Paradigma Pesantren Bersih

Tak hanya itu, RMI NU juga mengajak para santri dan pengasuh pesantren untuk membudayakan hidup bersih. Pasalnya, dalam kajian baru-baru ini, sejumlah penyakit banyak berkembang di lingkungan padat maupun pemukiman komunal.

“Indonesia termasuk dalam 3 besar penderita TBC. Berdasarkan penelitian yang ada, perkembangan TBC banyak terjadi di lingkungan padat penduduk, atau lingkungan komunal. Misalnya, barak pasukan, asrama, dan pesantren,” imbuhnya.

Hal ini mendorong RMI NU bekerja sama dengan PT PGN Tbk untuk terus mengkampanyekan kebersihan di lingkungan pesantren. Diharapkan, para santri dan komunitas pesantren dapat menjadi agent of change (agent of change) dalam hal kesadaran kebersihan.

“Kami langsung mendukung program ini, kebersihan pesantren. Kami sadar, sebagai BUMN kita ga boleh hanya mencari untung, tapi juga peduli atas kondisi sosial yang ada, termasuk kebersihan,” ujar perwakilan PT PGN, Santiaji Gunawan.

Dalam workshop yang akan berlangsung hingga besok ini, para santri dari puluhan pesantren di kawasan Blora, Pati, dan Rembang, akan belajar memelihara kebersihan. Termasuk, jadwal harian piket kebersihan dengan arahan dari para tutor. (red)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.