fbpx

DBD DI BLORA CAPAI 336 KASUS

Nyamuk demam berdarah
Demam Berdarah Dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegepti.

Blora, BLORANEWS – Per Agustus 2022, Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Blora telah mencapai angka 336 dengan catatan 10 orang meninggal. Hal itu dijelaskan langsung Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P3K) Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Joko Budi Heri Santoso.

“Januari hingga agustus 2022 ini ada peningkatan kasus 45 positif menjadi 336 orang, 10 meninggal dunia,” ucapnya.

BACA JUGA :  DERITA ROMADHON, REMAJA PENDERITA TUMOR DAN EPILEPSI

Dijelaskan, total kasus DBD yang terangkum ialah akumulasi data beberapa rumah sakit di Blora. Dari data yang teridentifikasi, terlihat bahwa rata-rata pengidap DBD ialah anak dibawah 15 tahun.

“Selain rentan, daya tahan tubuh memang lemah. Kalau sudah dewasa daya tahan lebih kuat,” tambah Heri Santoso.

Heri menambahkan, dalam kasus DBD yang paling utama adalah tindakan preventif. Dilakukan seminggu sekali ditempat-tempat yang berpotensi menyebabkan DBD.

BACA JUGA :  AKREDITASI BELUM RAMPUNG, PESERTA BPJS TAK BISA DILAYANI

Kemudian dilakukan langkah fogging jika dirasa angkanya tidak terkendali. Namun, upaya pemberdayaan seperti kerja bakti dan pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum masuk langkah fogging.

“Diimbau untuk gejala awal segera periksa ke dokter atau layanan kesehatan yang ada agar tidak telat. Tindakan preventif lebih utama,” pungkasnya. (*)

BACA JUGA :  PEMERIKSAAN OKNUM BIDAN PUSKESMAS ROWOBUNGKUL SELESAI, BERKAS DISERAHKAN BKD