fbpx

KASUS PENGANIAYAAN REMAJA, DITANGANI PROPAM POLRES BLORA

  • Bagikan
Ruma

Kedungtuban – Penganiayaan remaja asal Dukuh Kedunggampeng, Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Blora, yang diduga melibatkan oknum aparat kepolisian berinisial Ag, mendapatkan respon cepat dari Polres Blora.

Sebelumnya, korban, Purdiyanto (18), yang terkapar di rumah sakit mengaku dikeroyok oleh oknum tersebut. Yang merupakan anggota Polsek Kedungtuban bersama dua pelaku lainnya yang diduga warga Desa Kedungtuban. Sehingga mengakibatkan dirinya mengalami luka lebam di wajah dan tubuhnya. Serta harus menjalani operasi karena patah tulang bahu kiri.

 

Rumah korban di Dukuh Kedunggampeng, Desa Ngraho, Kedungtuban. Foto : Bloranews

 

Kapolres Blora, AKBP Saptono, saat dikonfirmasi mengatakan sudah memerintahkan Kapolsek Kedungtuban dan Kasi Propam Polres Blora untuk menindaklanjuti kasus tersebut. “Sudah perintah Kapolsek dan Kasi Propam untuk proses,” kata Kapolres melalui pesan singkat.

Sementara itu, Kapolsek Kedungtuban AKP Sugiharto mengatakan kasus penganiayaan itu langsung ditangani oleh Kasi Propam Polres Blora. “Itu ditangani Propam Polres, silahkan berkomunikasi dengan sana. Karena satuan atas,” ucap Sugiharto, ketika dihubungi Bloranewscom, Minggu (20/8/2017).

Terkait pemanggilan pelaku, korban dan para saksi, pihaknya tak mengetahui hal tersebut. Sebab, proses hukumnya akan ditindaklanjuti oleh satuan atasnya, yakni Propam Polres Blora. “Ya belum. Yang tau Kasi Propamnya,” ujarnya.

Terpisah, Kasi Propam Polres Blora, Iptu Sunarto menerangkan akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Pihaknya pun sudah menemui korban di rumah sakit.

“Akan kita lidik dulu. Kita juga sudah menjenguk korbannya,” jelasnya.

Terpisah, kerabat keluarga korban, Ngadiran, juga berencana akan melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke Polres Blora. Karena, keluarga sudah menyampaikan persoalan itu ke Polsek Kedungtuban. Namun, belum ada informasi tindaklanjut kasus tersebut.

“Akan kita laporkan ke Polres. Kemarin, juga sudah lapor ke Polsek tapi belum jelas. Biar cepat ditangani, gak layak kalau polisi berbuat seperti itu. Seharusnya menjadi pengayom warga, kok malah seperti itu. Layak dipecat harusnya,” tandas Ngadiran.

Reporter : Ngatono

  • Bagikan