fbpx

KELUARGA KORBAN PENGANIAYAAN TUNTUT PELAKU TANGGUNG JAWAB

  • Bagikan
Purdiyanto, korban penganiayaan oleh oknum Polsek Kedungtuban menderita patah tulang pada bahu kiri. Foto : Bloranews

Kedungtuban – Pihak keluarga korban penganiayaan, Purdiyanto (18), warga Dukuh Kedunggampeng Desa Ngraho Rt 08 Rw 02, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, menuntut oknum kepolisian berinisial AG (pelaku-red) dan dua warga yang ikut dalam pengeroyokan tersebut bertanggungjawab atas perbuatan tersebut.

Kamin (32), paman korban, yang mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 00.05 Wib, pada Jum’at (18/8/2017), yang diberitahu oleh warga setempat, langsung mencari korban di TKP sekitar pukul 00.15 Wib.

 

Purdiyanto, korban penganiayaan oleh oknum Polsek Kedungtuban menderita patah tulang pada bahu kiri. Foto : Bloranews

 

“Saya menemukan sepeda motornya dipinggir jalan. Karena mendengar suara motor saya, dia langsung keluar tanaman jagung dengan wajah berlumuran darah,” ujar Kamin, yang menunggui korban di rumah sakit.

Pihak keluarga korban pun menuntut pelaku untuk bertanggungjawab atas penganiayaan tersebut. Tak hanya itu, pihaknya meminta Polsek Kedungtuban agar memproses secara hukum pelaku atas perbuatannya.

“Dia (Pelaku, AG-red) harus bertanggungjawab atas perbuatannya. Polsek harus memprosesnya secara hukum,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Kedungtuban, AKP Sugiharto, membenarkan kejadian tersebut. Namun, pihaknya belum bisa memastikan kronologi dan pelaku dalam kejadian itu. Sebab, belum adanya pemeriksaan terhadap korban, pelaku dan saksi-saksi.

“Akan kita lakukan penyelidikan terlebih dahulu. Juga mendengarkan keterangan dari saksi-saksi,” ucap Kapolsek Kedungtuban.

Pihaknya pun sudah mendengarkan informasi kejadian tersebut. Tapi kepastian pelaku penganiayaan merupakan anggota Polsek Kedungtuban, ia menunggu adanya klarifikasi pihak-pihak terkait.

“Kita belum bisa menduga apakah pelaku anggota polsek. Tapi kita perlu melakukan penyelidikan terhadap saksi-saksi. Dia sebagai pelakunya atau tidak, perlu mendengarkan keterangan korban dan saksi. Korban kan belum bisa dimintai keterangan,” jelas Sugiharto.

Lebih lanjut, Kapolsek akan melakukan pendalaman dan olah TKP, serta pemanggilan saksi dan korban akan dilakukan secepatnya. “Tetap kita tindaklanjuti, untuk melakukan pendalaman,” tegas Kapolsek.

Dalam hal tuntutan keluarga korban, ia pun perlu melakukan klarifikasi pada semua pihak. “Bapak korban, Nardi belum menyampaikan, karena masih mengurusi anak tersebut,” lanjutnya. Sedangkan, barang bukti kejadian tersebut, ia akan mengamankan kendaraan korban.

“Sementara nanti kita amankan. Motornya itu kan protolan. Malam kejadian lampunya kan gak nyala. Nanti kita minta Kanit provos untuk ngecek,” pungkasnya.

Reporter : Ngatono

  • Bagikan