fbpx

KEMISKINAN BLORA BELUM TERATASI

Kasus kemiskinan di Kabupaten Blora masih menjadi garapan pemkab. Belum terselesaikan. Profil kemiskinan di Kabupaten Blora 2021 sebesar 12,39℅, naik 0,43℅ dari sebelumnya 2020 sebesar 11,96℅.
Bupati Blora, Arief Rohman sambutan acara pelatihan jurnalistik PWI di Joglo rumah makan Seloparang, Kecamatan Jepon, Blora, Kamis (25/08). 

Blora, BLORANEWS – Kasus kemiskinan di Kabupaten Blora masih menjadi garapan pemkab. Belum teratasi. Profil kemiskinan di Kabupaten Blora 2021 sebesar 12,39℅, naik 0,43℅ dari sebelumnya 2020 sebesar 11,96℅.

Bupati Blora, Arief Rohman menyadari hal ini. Ia mengaku akan serius menangani kasus kemiskinan sehingga dapat terentaskan. Dari 35 daerah di Jateng, Blora menduduki peringkat ke 13. Berada di titik merah.

“Kami terbuka untuk saran dan kritiknya, kita masih punya target yang menjadi PR kami salah satunya kemiskinan,” ucap Bupati saat memberi sambutan acara pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Joglo rumah makan Seloparang, Kecamatan Jepon, Blora, Kamis (25/08/2022). 

BACA JUGA :  MAKSIMALKAN BANTUAN PEMERINTAH, JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI JATENG 3,93 JUTA ORANG

Bukan hanya kemiskinan, masalah infrastruktur juga menjadi salah satu titik konsentrasi pembangunan Pemkab blora. Bupati mengajak para jurnalis mengadakan Focus Group Discussion membahas persoalan-persoalan yang masih membelenggu Blora. 

“Teman-teman agenda FGD terkait kemiskinan, kami dukung, atau mengangkat tema lain kami terbuka, untuk nantinya PR yang ada kita uraikan bersama. Kita berharap proses pembangunan yang sedang berlangsung berofe after bisa di beritakan untuk menjadi informasi kepada masyarakat,” tutur Bupati.

BACA JUGA :  17 DESA MISKIN AKAN DAPATKAN PROGRAM “BEKERJA”

Kemudian, pelatihan jurnalistik ini diberikan kepada seluruh anggota PWI Blora dengan narasumber dari kontributor kompas TV dan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Blora dengan diikuti media cetak, online dan TV yang tergabung di PWI. 

Ketua Pwi Blora Heri Purnomo, mengatakan pelatihan ini tentu diharapkan bisa memberikan informasi yang tepat, dan bisa menulis lebih bagus lagi sesuai dengan kode etik. 

BACA JUGA :  LAZISMU BLORA LUNASI TANGGUNGAN BIAYA RUMAH SAKIT Alm. SUPARDI

“Banyak teman jurnalis yang sudah keluar dari kode etik, oleh karena itu kami berpesan agar tidak keluar dari kode etik. Saya harap teman-teman terus berlatih dan berlatih,” pungkasnya. (Jam).