fbpx

KEPANG BAMBU BLORA : SEBUAH FILOSOFI KEHIDUPAN DARI TALOKWOHMOJO

  • Bagikan
kepang blora
Kepang Bambu

Talokwohmojo, Ngawen ( 22 / 12 / 2015 ) Tahukah anda apa itu kepang ? Bagi anda yang tinggal di daerah pedesaan, nama kepang tentu bukan sesuatu yang asing. Bagi anda yang belum tahu, kepang adalah anyaman bambu yang biasa di gunakan sebagai sekat di dapur – dapur masyarakat pedesaan. Kepang juga bisa berfungsi sebagai dinding kamar mandi. Biasanya, kepang digunakan sementara. Pada dasarnya kepang adalah bahan bangunan sementara, yang segera harus diganti ketika bahan bangunan yang lebih kuat dan permanen telah diperoleh. Kepang merupakan pengganti lembaran – lembaran papan kayu.

 

kepang blora
Kepang Bambu

 

Sekalipun bahan bangunan sementara, tapi fungsi kepang sangatlah penting. Kepang menjadi sahabat ketika tidak ada cukup biaya untuk membeli papan. Selain dari nilai ekonomisnya, nilai praktisnya pun sangat terlihat mudah di pasang dan kepang juga mudah diperoleh di pasar – pasar tradisional. Penggunaan papan oleh masyarakat Blora telah berlaku sejak ratusan tahun silam. Jika anda berkunjung ke desa – desa di kabupaten Blora, anda akan banyak menjumpai kamar madi yang masih berdinding kepang. Disamping memiliki nilai ekonomis dan nilai praktis, nilai filosofis dari kepang pun tidak sedikit.

Membuat satu lembar kepang adalah akumulasi dari kesabaran, ketelitian dan jiwa seni. Kesabaran ketika membelah bambu – bambu istimewa, kesabaran ketika merapikan tepi – tepi lembaran bambu yang setajam pisau serta ketelitian dalam menganyam lembar – lembar bilah bambu menjadi papan bambu yang rapi.

 

bambu sebagai bahan kepang
bambu sebagai bahan kepang

 

Tidak banyak pengrajin kepang bambu blora dewasa ini. Selain mulai terpinggirkan dengan menjamurnya tripleks dan bahan bangunan yang lain, juga karena kurangnya minat dari para pemuda untuk meneruskan kekayaan budaya ini. Padahal, dewasa ini minat terhadap kepang mulai bermunculan. Di resort – resort dan penginapan di Blora banyak menawarkan konsep rumah kampung. Penggunaan kepang sebagai dinding kamar mandi resort – resort dan penginapan menguatkan kesan rumah kampung. Dengan kesabaran dan promosi yang terrencena, usaha Kepang bambu Blora dapat menjadi alternatif hasta karya yang menjanjikan di masa depan.

Diantara para pengrajin kepang bambu Blora, adalah Kaswadi ( 29 ) warga Dukuh Canggah Desa Talokwohmojo Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora. Belasan tahun sudah kaswadi setia pada usaha karya yang menggunakan bambu sebagai bahan utama.berbekal kesabaran dan inovasi tanpa henti, Kaswadi berhasil melebarkan pangsa tidak hanya di Blora. Kabupaten – kabupaten tetangga seperti Grobogan, Pati, Rembang Bojonegoro dan Tuban menyandarkan kebutuhan kepang bambu kepada kaswadi.

 

bambu sebagai bahan pembuatan kepang
Bambu sebagai bahan pembuatan kepang

 

Kualitas Kepang Bambu Blora produksi kaswadi sangat digemari karena jaminan mutunya. Kaswadi memilih bambu yang akan digunakan untuk kepang dengan seleksi yang ketat. Menggunakan bambu Ori ( Pring Ori ) dengan spesifikasi dan kriteria terbaik adalah salah satu resep keberhasilan usaha kaswadi. Disamping Kaswadi memiliki strategi produksi dan pemasaran yang terrencana.

Selain berkaitan dengan perekonomian, usaha Kepang Bambu Blora berkaitan dengan kearifan lokal. Kearifan lokal tentang bagaimana para leluhur Blora berhasil menjawab tantangan alam berupa cuaca dengan menggunakan bahan – bahan yang tersedia dari alam. Bambu yang tampak berantakan di pinggir – pinggir sungai berubah menjadi bahan karya yang bernilai guna.

Tertarik dengan usaha kepang ? Selamat mencoba.

Reporter          : Anisa Utami ( autami582@gmail.com )

Fotografer       : Aliph Bengkong

  • Bagikan