KETUA NU BLORA SEBUT JRA JATIKUSUMO SEBAGAI BENTENG AKIDAH NAHDLIYIN

Blora- Meski baru seumur jagung, kiprah Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) Jatikusumo tak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, selain membantu masyarakat dalam hal pengobatan alternatif, JRA Jatikusumo juga merupakan benteng akidah umat ditengah gempuran ideologi radikal.

 

Audiensi pengurus JRA Jatikusumo ke PCNU Kabupaten Blora

Audiensi pengurus JRA Jatikusumo ke PCNU Kabupaten Blora

 

Hal ini disampaikan Ketua PCNU Blora, M Fatah saat menerima kunjungan pengurus JRA Jatikusumko di kediamannya, kawasan Beran Blora Kota, Kabupaten Blora, Selasa (15/10) malam. Dewasa ini, banyak lembaga ruqyah yang bermunculan dengan berbagai aliran yang beragam.

“Pengobatan alternatif dengan metode ruqyah banyak bermunculan dewasa ini. Tidak sedikit, yang ternyata beraliran radikal dan dipengaruhi faham ekstrim kanan. Nah, ini tugas JRA Jatikusumo untuk menjadi benteng akidah warga NU Blora,” pesan Fatah.

Sementara, Ketua JRA Jatikusumo, K Mukhlas memaparkan, hingga kini JRA Jatikusumo telah membentuk kepengurusan di 7 kecamatan se- Blora. Berbagai kegiatan pengobatan alternatif banyak dilakukan bersama elemen-elemen masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris PCNU Blora, Yunus Bachtiar mengapresiasi dakwah JRA Jatikusumo. Bahkan, dirinya mengajak JRA Jatikusumo untuk memeriahkan gelaran Peringatan Hari Santri Nasional dengan melaksanakan Ruqyah Massal.

“Ruqyah atau suwuk merupakan khazanah keilmuan Aswaja Nusantara yang kini banyak ditinggalkan. Dengan adanya JRA dan dakwahnya, ilmu suwuk peninggalan ulama nusantara ini akan terus terjaga dan terpelihara,” ucapnya. (hbb)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan