fbpx

KISAH ATLIT BLORA PERAIH MEDALI PERAK YANG DIJEMPUT DENGAN MOBIL SEWAAN

  • Bagikan
KISAH ATLIT BLORA PERAIH MEDALI PERAK YANG DIJEMPUT DENGAN MOBIL SEWAAN
Siti Nafisatul Hariroh, atlet PON XX Papua bersama ayahnya, Sarmidi.

Blora – Kisah Atlit asal Blora, Siti Nafisatul Hariroh yang mewakili kontingen Jawa Tengah (Jateng) dalam cabang olahraga (cabor) angkat besi yang menorehkan medali perak pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, pulang ke kampung halaman dijemput menggunakan mobil sewaan.

Ayah Siti Nafisatul Hariroh, Sarmidi mengatakan dirinya menjemput anaknya di Bandara Ahmad Yani, Semarang dengan menyewa mobil Kijang kapsul pribadi.

“Karena memang enggak ada kabar dari pihak-pihak yang berkompeten. Nafisatul saya jemput sendiri dengan mobil carteran dengan harga Rp. 700.000 ribu,” ucap Sarmidi saat ditemui Bloranews.com di Kediamannya Kelurahan Kauman, Kecamatan Blora, Sabtu (16/10).

Ternyata ketika menjemput anaknya, ada juga atlet angkat besi dari Blora yang juga ikut PON Papua, tinggal di Desa Blungun, Kecamatan Jepon, Muhammad Yasin yang sedang bersama Siti Nafisatul. Sehingga, sekali jalan, dirinya mengantarkannya sampai ke Cabak, Kecamatan Jiken.

“Lalu, Muhamad Yasin dijemput oleh ayahnya dengan menggunakan sepeda motor sampai ke rumah,” imbuhnya.

Sarmidi menjemput anaknya yang baru saja mengharumkan nama Jawa Tengah, lebih khususnya nama Blora, pada Senin (11/10/2021) sore dan sampai di rumah Blora sekitar pukul 23.00 WIB.

‘’Ini belum mari kangen sebenarnya, hanya anak saya, harus segera ke Jakarta, untuk masuk Pelatnas. Rencananya nanti malam – Sabtu (16/10/2021) malam sekitar pukul 21.00 WIB naik Kereta Sembrani dari Stasiun Cepu,’’ terang Sarmidi yang pegawai honorer di Satpol PP Blora bagian Damkar itu.

Sarmidi yang mempunyai usaha sampingan menerima pesanan sate kambing di rumahnya, mengaku hingga saat ini masih terharu dan bangga atas prestasi yang diraih oleh anaknya. Disertai harapan, anaknya yang sudah dua tahun ini masuk Pelatnas terus berprestasi di bidang olahraga yang digelutinya.

Menurut Sarmidi, meski sempat dihubungi BPBD beberapa kali agar menjalani isolasi di salah satu hotel di Cepu, Nafisatul tidak sempat menjalani karantina. Namun demikian sudah ada dari petugas Dinkes yang mendatangi di rumah dan melakukan swab antigen maupun sampel darah terkait Malaria.

“Alhamdulilah hasil swab antigen dan tes malaria semuanya negatif. Termasuk untuk keperluan naik kereta ke Jakarta, saya swab PCR di Rumah Sakit Permata (dengan biaya sendiri) hasilnya juga negatif,’’ terang Nafisatul yang baru-baru ini meraih rangking 5 dalam kejuaraan angkat besi Yunior di Uzbekistan.

Sementara itu, Bupati Blora, H. Arief Rohman, ketika dikonfirmasi menyatakan, bahwa pihaknya sudah menjadwalkan akan mengundang para atlet Blora yang meraih medali di PON Papua.

‘’Segera kita undang, Mas, tentu setelah selesai masa karantina,’’ kata Arief.

Adapun torehan medali Siti Nafisatul Hariroh Tahun 2014 Kejurda Jateng (perak), Tahun 2015 Kejurda Jateng (emas), tahun 2017 POPNAS pelajar (Emas), tahun 2018 Kejurnas Angkat Besi Satria Remaja II (angkatan snatch), tahun 2018 Porprov jateng di Solo (emas), tahun 2019 PRA-PON Perunggu medali 3 (Snatch dan clean and jerk) dan tahun 2021 PON XX Papua (perak). (Spt)

  • Bagikan