KLOP! KASATLANTAS DAN TIM MEDIS SIAP FASILITASI PENGURUSAN SIM D UNTUK DIFABEL

Blora- Surat keterangan sehat yang sempat disebut-sebut mempersulit pengurusan SIM D untuk difabel, kini bukan masalah lagi. Hal ini terjawab menyusul dilaksanakannya pertemuan antara pengurus Difabel Blora Mustika (DBM), Satlantas Polres Blora, dan petugas medis.

Pertemuan tersebut, difasilitasi Wakil Bupati Blora Arief Rohman di ruang rapatnya, Senin (04/03) siang. Dalam pertemuan tersebut, petugas medis mitra Satlantas, dr Irawan Tedjawardana yang bertugas memeriksa kesehatan para pemohon SIM, memaparkan prosedur pengurusan surat keterangan sehat.

 

Kasatlantas Polres Blora dan petugas medis

Pertemuan antara pengurus DBM, Kasatlantas Polres Blora dan petugas medis, difasilitasi Wakil Bupati Blora Arief Rohman.

 

“Kami tidak mempersulit, justru kami ingin melindungi teman-teman difabel agar tidak celaka di kemudian hari. Jika memang tidak memenuhi syarat kesehatan ya kami tidak berani meloloskannya. Ketentuan lolos dan tidaknya sudah diatur dalam aturan yang dibuat dari pusat, yakni Polri,” paparnya.

Lebih lanjut, Irawan mencontohkan, jika difabel itu tuna rungu atau kesulitan pendengaran pasti kemungkinan lolos tes kesehatannya sangat kecil atau sulit. Apalagi buta warna tidak bisa membedakan warna lampu traffic light.

“Kalau memang bisa mengendarai motor tapi pendengarannya terganggu kan bahaya. Contohnya saat menjalankan motor di jalan raya lalu diklakson tidak mendengar kan bisa berakibat kecelakaan. Contoh seperti inilah yang perlu dipahami. Memang difabel berhak mengajukan pembuatan SIM D, namun belum tentu semuanya bisa lolos persyaratannya,” terang Irawan.

Hal senada disampaikan Kasatlantas Polres Blora, AKP Himawan Aji Angga. Pihaknya juga mendukung gagasan pengurusan SIM D massal untuk difabel, seperti yang disarankan Wabup Arief Rohman. Sebelumnya, Satlantas telah menerbitkan sebanyak 25 SIM D .

“Nanti kalau bisa 25 difabel yang sudah kami terbitkan SIM D nya turut diundang. Agar mereka bisa ikut menjelaskan kepada teman-teman difabel lainnya tentang bagaimana syarat yang harus dipenuhi seorang penyandang disabilitas dalam mengurus SIM D. Kami akan berikan waktu khusus untuk ini,” ucapnya.

Penjelasan ini cukup menggembirakan Ketua DBM, Ghofur, yang mewakili rekan-rekannya sesama penyandang disabilitas. Sebagai warga negara, para difabel ini ingin menaati aturan yang ada, dengan memiliki SIM D.

“Kami juga ingin menjadi warga yang taat aturan, mengendarai motor dengan memiliki SIM,” komentarnya. (one)

 

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan