KOLAM RENANG TEWASKAN BOCAH, SERUAN TUTUP KAMPUNG BLURON MENGUAT

Blora Sehari usai tragedi tewasnya Alfian (5) di kolam renang lokasi wisata Kampung Bluron, Desa Tempuran Kecamatan Blora Kota Kabupaten Blora, sejumlah pihak menyerukan penutupan tempat wisata ini.

 

Kampung bluron

Situasi lokasi wisata Kampung Bluron pasca tragedi bocah tewas tenggelam

 

Pasalnya, di lokasi tersebut, tidak dilengkapi dengan standar keselamatan yang memadai. Sehingga, banyak yang menilai tenggelamnya bocah 5 tahun asal Dusun Lemahbang RT 02 RW 08 Desa Sumbergirang Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang tersebut, bukan semata kelalaian orang tua.

“Ditutup wae iku! Keamanan pengelola tidak bisa diandalkan,” ucap politisi Partai Demokrat Kabupaten Blora, Iwan Krismiyanto, Rabu (19/06).

Tak cukup itu, Iwan Krismiyanto juga berharap Pemkab Blora mengevaluasi kembali perijinan tempat wisata tersebut. Pihaknya juga menyayangkan Dinporabudpar Blora yang menurutnya masih setengah hati menanggapi peristiwa ini.

“Dievaluasi lagi perijinan buat Kampung Bluron. Jangan hanya menyalahkan orang tua, keamanan dan penjagaan dari pengelola harus diperhatikan. Ketone (kelihatannya, red) ngomongnya Kepala Dinas (Dinporabudpar) masih setengah-setengah,” imbuhnya.

Baca: PASCA TRAGEDI KAMPUNG BLURON, DINPORABUDPAR AKAN EVALUASI TEMPAT WISATA AIR

Pernyataan senada juga disuarakan anggota DPRD Blora dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Aliudin. Dirinya meminta, Dinporabudpar Blora segera melakukan inspeksi ke Kampung Bluron, untuk mengevaluasi standar pengelolaannya.

“Harus berhenti beroperasi dulu hingga hasil rekomendasi evaluasi keluar. Jadi bukan asal ditutup aja. Hasil evaluasi nantinya bukan hanya soal Kampung Bluron saja, tapi juga destinasi wisata di Blora, yakni, standar pengelolaan dan keamanan. Termasuk, guide untuk menunjang kenyamanan pengunjung,” serunya.

Sebagai informasi, dalam peristiwa kemarin, di wisata Kampung Bluron tidak dijumpai adanya perlengkapan keselamatan maupun petugas keamanan internal di lokasi tersebut. Sehingga, berdampak terhadap keselamatan pengunjung.

“Apapun kegiatan yang berhubugan dengan air, seperti  renang baik itu di kolam maupun di embung terbuka, harus ada pelampungnya. Selain itu, minimal ada operator di setiap start pintu kolam,” komentar pegiat wisata, Kasyanto.

Bloranews.com mencoba menghubungi pengelola wisata Kampung Bluron, Pratikno Nugroho. Sayangnya, hingga saat ini yang bersangkutan belum menyampaikan responnya terkait peristiwa kemarin, maupun seruan penutupan tempat wisata yang dikelolanya. (top)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

One Response

  1. TANGGAPI TRAGEDI KOLAM RENANG, PENGELOLA: KELUARGA KORBAN TIDAK MENUNTUT APAPUN! |20 Juni 2019 at 00:33

    […] Baca: KOLAM RENANG TEWASKAN BOCAH, SERUAN TUTUP KAMPUNG BLURON MENGUAT […]

Tinggalkan Balasan