fbpx

KOMODITAS EKSPOR, TANAM PERDANA DEMPLOT PORANG DI SUKOREJO

  • Bagikan
Tanamam perdana bibit tanaman porang untuk komoditas ekspor di wilayah Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan.

Blora – Kegiatan tanam perdana bibit tanaman porang untuk komoditas ekspor di wilayah Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan, kerjasama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah kerjasama dengan Dapil III Komisi IV DPR RI, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora, serta Kelompok Tani Sidomulyo.

Penanaman dilakukan Bupati Blora dengan menaruh bibit tanaman porang pada lahan demplot percontohan yang sudah disiapkan seluas 1 haktare dan menyiramnya dengan air.

“Alhamdulillah terimakasih Pak Firman Subagyo senior kami di DPR RI dan Kepala BPTP Jawa Tengah yang telah memilih Blora sebagai lokasi pembangunan demplot atau denfarm teknologi budidaya porang dengan benih unggul untuk komoditas ekspor. Ini membanggakan dan semoga bisa berdampak untuk kemajuan sektor hortikultura di Kabupaten Blora,” ucapnya, Jumat (29/10).

Bupati berharap dengan dibimbing langsung dari BPTP Jawa Tengah, seluruh petani porang yang ada di Kabupaten Blora bisa sukses dalam melakukan budi daya. Tidak hanya itu, ke depan juga ingin meningkatkan kerjasama pengembangan potensi pertanian dan peternakan lainnya dengan BPTP Jateng.

“Porang dulu dianggap tanaman liar, namun kini nilai ekonominya sangat tinggi dan menembus pasar ekspor. Oleh karena itu, kita ingin nantinya seluruh petani porang yang ada di Blora bisa dibentuk kelompok atau komunitas untuk belajar bersama disini. Apalagi denfarm ini menjadi pusat pengembangan teknologi budidaya porang BPTP Jateng di Kabupaten Blora,” terangnya.

Kepala BPTP Jawa Tengah, Dr. Ir. Joko Pramono, membenarkan jika masa tanam porang hingga panen membutuhkan waktu 2 hingga 3 tahun. Pihaknya akan mendampingi dari aspek teknologi untuk pengembangan porang di Blora ini. Sebagai wujud dukungan terhadap program Bapak Bupati dan Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian.

“Memang cocoknya ditanam di bawah tegakan, biasanya disela tanaman jati, atau lahan hutan rakyat. Maka ini akan menjadi riset kami untuk menentukan tanaman sela nya agar bisa dipanen lebih cepat sambil menunggu porangnya jadi, Semoga denfarm porang ini berhasil dan bisa kita kembangkan lebih luas di Blora,” ungkapnya.

Sementara itu, Firman Soebagyo, selaku anggota DPR RI dari Dapil III Jateng termasuk Blora, sangat mendukung program pembangunan sektor pertanian dan peternakan yang digagas Bupati Arief Rohman. Pihaknya menyatakan kesiapannya untuk mengawal perencanaan kebijakan anggaran dari Pusat.

“Program Pak Bupati untuk pengembangan pertanian dan peternakan di Blora ini banyak dan bagus. Salah satunya porang ini, maka tugas kami akan mendukung anggaran dan pelaksanaannya di Kabupaten Blora,” ucapnya. (spt).

  • Bagikan