LAGI! KONSLETING LISTRIK LUDESKAN RUMAH WARGA




Kunduran- Lagi-lagi konsleting listrik menyebabkan rumah warga luluh lantaki dilalap api. Kali ini, kebakaran terjadi di sebuah rumah milik seorang janda bernama Winarni (57) di Dukuh Tempur Desa Ngilen RT 09 RW 01 Kecamatan Kunduran, Blora.

Akibat peristiwa ini, pemilik rumah sempat mengalami syok berat dan dilarikan ke rumah anaknya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Ditaksir, kerugian akibat peristiwa ini mencapai Rp 50 juta lebih.

 

Kebakaran di sebuah rumah di kawasan Tempur Desa Ngilen RT 09 RW 01 Kecamatan Kunduran, Blora

Kebakaran di sebuah rumah di kawasan Tempur Desa Ngilen RT 09 RW 01 Kecamatan Kunduran, Blora

 

Kades Ngilen Kecamatan Kunduran, Sugiono mengungkapkan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.15 siang tadi. Bermula saat beberapa warga yang berada di warung dekat lokasi kejadian menyaksikan asap hitam membumbung dari rumah tersebut, Rabu (13/03).

“Saksi yang menyaksikan asap tersebut, kemudian memberi tahu warga. Segera, warga berusaha memadamkan api. Warga lainnya melapor ke kepolisian dan menghubungi unit pemadam kebakaran,” terang Sugiono.

Sementara menunggu kendaraan pemadam kebakaran, warga dibantu aparat kepolisian sektor Kunduran mencoba memadamkan api. Kobaran api yang sudah terlampau besar membuat warga kerepotan.

Hampir satu jam berselang, 4 unit kendaraan pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Rumah berukuran 10 meter x 8 meter yang berdinding papan dan anyaman bambu tersebut telah ludes terbakar api.

Rincian Kerugian

Meski tak ada korban jiwa, kebakaran yang menimpa rumah janda ini meluluhlantakkan bangunan rumah dan menghanguskan barang-barang di dalam rumah. Berdasarkan kajian sementara, diduga api bermula dari konsleting listrik di rumah tersebut.

Kapolsek Kunduran Polres Blora, Kompol Untung Haryadi memerinci kerugian yang dialami korban kebakaran. Mulai dari alat elektronik hingga pasokan gabah milik korban tak luput dari amukan si jago merah.

“Diduga, api berasal dari konsleting listrik. Rumah berbentuk belondoran dengan ukuran 8 meter x 10 meter berdinding papan dan gedek (anyaman bambu),” terang Kompol Untung.

Sedangkan perabot dan barang yang terbakar meliputi 1 buah televisi ukuran 14 inch, 1 buah sepeda kayuh, 150 lembar papan kayu jati, 200 batang kayu usuk, 16 karung gabah (padi). Saat ini, api telah padam dan pemilik rumah dibawa ke rumah kerabatnya untuk tinggal sementara. (one)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.