fbpx

LAGI, SAPI MATI SETELAH ALAMI BATUK-BATUK

Sapi milik Muhaji warga Dusun Temuireng Desa Pengkoljagong Kecamatan Jati Kabupaten Blora mati setelah mengalami batuk-batuk
Sapi milik Muhaji warga Dusun Temuireng Desa Pengkoljagong Kecamatan Jati Kabupaten Blora mati setelah mengalami batuk-batuk

Jati- Peristiwa kematian ternak sapi kembali terjadi di Desa Pengkoljagong Kecamatan Jati Kabupaten Blora. Ini merupakan sapi keempat yang mati, sebelumnya sapi-sapi tersebut mengalami batuk-batuk.

 

Sapi milik Muhaji warga Dusun Temuireng Desa Pengkoljagong Kecamatan Jati Kabupaten Blora mati setelah mengalami batuk-batuk
Sapi milik Muhaji warga Dusun Temuireng Desa Pengkoljagong Kecamatan Jati Kabupaten Blora mati setelah mengalami batuk-batuk

 

Kepala Desa Pengkoljagong, Sugiyono mengatakan, sebelumnya petugas dari Dinas Peternakan telah memeriksa bangkai sapi tersebut. Dugaan awal, sapi tersebut terserang Bovine Ephemeral Fever (BEF), Kamis (26/11).

BACA JUGA :  DINAKIKAN BLORA UNGKAP PENYEBAB KEMATIAN SAPI

“Sementara, dugaan virus BEF. Kita masih menunggu informasi dari petugas, kita tunggu hasil lab-nya,” ujarnya.

Sebagai informasi, Bovine Ephemeral Fever (BEF/ demam singkat pada Sapi) merupakan penyakit yang banyak menyerang ruminansia, khususnya Sapi dan Kerbau, melalui vektor (organisme pembawa penyakit) berupa nyamuk.

Sementara, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinakikan) Kabupaten Blora, Gundala Wijasena belum dapat menyampaikan banyak terkait situasi ini. Pihaknya menghimbau masyarakat jangan panik dengan kematian sapi-sapi tersebut.

BACA JUGA :  3 SAPI MATI SETELAH BATUK-BATUK, PETUGAS KESULITAN MENDIAGNOSA

“Kita tunggu hasil lab-nya. Kita tidak bisa menyimpulkan, ini wabah atau tidak. Ini BEF, atau bukan. Kita berharap masyarakat tetap tenang,” himbaunya. (jyk)