fbpx

LAZISMU BLORA LUNASI TANGGUNGAN BIAYA RUMAH SAKIT Alm. SUPARDI

Blora – Suparmin (70) warga kelurahan Tambahrejo Rt 01/Rw 02 Kecamatan/kabupaten Blora, akhirnya mendapat bantuan dari Lazismu Blora untuk menutup kekurangan biaya perawatan rumah sakit adik kandungnya Supardi alias Kethik.

LAZISMU BLORA LUNASI TANGGUNGAN BIAYA RUMAH SAKIT Alm. SUPARDI
Direktur Lazismu Blora H. Sudiyo mentasyarufkan atau menyerahkan bantuan kepada kakak kandung alm Supardi, Suparmin.

 

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Lazismu Blora H. Sudiyo yang didampingi Pemerintah Kabupaten Blora yang diwakili Kabag Kesra Setda Blora, Sugiyanto, serta Pemerintah Kelurahan Tambahrejo di rumah Suparmin.

BACA JUGA :  DATA KADALUARSA, ANGGOTA DPRD BLORA ANGGAP PENENTUAN DESA TERMISKIN TIDAK RELEVAN

“Alhamdulillah yang membantu awal dari BAZNAS Blora sebesar 10 juta rupiah dan masih punya tanggungan di RSUD Blora sekitar 6,7 juta rupiah. Dan setelah saya cek, betul masih ada sisa pembayaran sehingga tadi pagi saya menghubungi LAZISMU Kecamatan Blora dan Alhamdulillah langsung ditindaklanjuti dan melunasi kekurangannya,” terang Kabag Kesra Setda Blora, Sugiyanto, Selasa, (19/01/2021).

BACA JUGA :  INDEKS PEMBANGUNAN, DESA NGLANJUK TERENDAH SE BLORA

Sementara itu, Direktur Lazismu Blora H. Sudiyo beserta rombongan mentasyarufkan atau menyerahkan bantuan senilai Rp 6.774.741,- kepada kakak kandungnya yakni Suparmin.

“Bantuan dari Lazismu Blora ini guna menutup kekurangan biaya pengobatan almarhum Supardi dan secara simbolis kami serahkan kepada kakak kandung almarhum dan kemudian dibayarkan langsung ke RSUD Blora oleh Eksekutif Lazismu,” ujar H. Sudiyo.

Dalam kesempatan itu, H. Sudiyo juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya almarhum.

BACA JUGA :  1000 ANAK YATIM TERIMA SANTUNAN

“Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan dan semoga almarhum husnul Khotimah dan dapat diterima di sisi Allah SWT,” harapnya.

Sebelumnya telah diberitakan Supardi merupakan warga tidak mampu mengalami kecelakaan tunggal yang harus dirawat dan memiliki tanggungan biaya perawatan di RSUD Blora. Setelah keluar dari RSUD Blora, penyakit gula Supardi kambuh dan menghembuskan nafas terakhir di rumahnya dengan menyisakan tanggungan biaya perawatan di RSUD Blora.(jay)