LB. MOERDANI DARI CEPU : JENDERAL ORDE BARU YANG AKRAB DENGAN PESANTREN

 LB. Moerdani dan GUS DUR

Leonardus Benjamin Moerdani, Jendral kunci strategi militer orde baru yang dekat dengan kyai dan komunitas pesantren ( LB. Moerdani dan GUS DUR  )

 

Cepu (05.07.2016) Orde Baru merupakan titik tolak stabilitas nasional negeri ini. Walaupun untuk mencapai stabilitas ini, kerap dilakukan berbagai cara yang bagi generasi pasca reformasi (mei 1998) merupakan perbuatan merenggut Hak Asasi Manusia (HAM). Namun diakui ataupun tidak, stabilitas nasional yang dicapai orde baru telah membuat pembangunan jangka panjang dapat terlaksana.

Di lingkaran dalam rezim orde baru, nama LB. Moerdani bukanlah nama yang asing. Sebagai prajurit, kiprahnya dimulai bahkan sebelum orde baru berkuasa. Puncak karir Jendral asli kota minyak Cepu ini adalah pengangkatannya sebagai Panglima ABRI pada bulan Maret 1983. Beberapa tahun sebelum itu, LB Moerdani berhasil menggagalkan upaya pembajakan pesawat Garuda Indonesia penerbangan 206 oleh teroris.

Leonardus Benjamin Moerdani lahir di Cepu Blora Jawa Tengah pada 2 Oktober 1932. Ayahnya bernama RG. Moerdani Sosrodirdjo, seorang pegawai perkereta-apian dan ibunya bernama Jeane Roech, seorang wanita keturunan Jerman. LB. Moerdani merupakan anak ketiga dari sebelas bersaudara, keluarganya biasa memanggilnya dengan sebutan Benny, kependekan dari Benjamin yang merupakan nama tengahnya.

Kedekatan Benny dengan komunitas pesantren tidak bisa lepas dari peran Gus Dur. Bersama dengan Gus Dur, Benny melakukan banyak kunjungan untuk mengenal berbagai pesantren di tanah air. Hal ini dilakukan untuk meredam gerakan provokasi kaum ekstremis islam yang berusaha mengadu-domba antara pemerintah dan umat islam. Oleh benyak intelektual, langkah yang diambil Gus Dur dan Benny ini dianggap sebagai langkah cerdas yang dapat menjembatani kepentingan umat islam Indonesia dan pemerintah.

Benny meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto pada hari Minggu 29 Agustus 2004. Jendral pluralis ini meninggalkan seorang istri, seorang putri dan lima orang cucu. Prosesi penghormatan jenazah dipimpin oleh KASAD saat itu, Jendral Ryamizard Ryacudu sedangkan inspektur upacara adalah Jendral Endriartono Soetarto yang saat itu merupakan panglima TNI.

Editor    : Ismu Ngatono

Foto      : hollilla.com

Sumber    : army-story.blogspot.com dan Berbagai Sumber

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Comments are closed.