fbpx

MAHASISWA KKN-UNDIP DAMPINGI PEMANFAATAN OLAHAN PISANG DI DESA GERSI

  • Bagikan
MAHASISWA KKN-UNDIP DAMPINGI PEMANFAATAN OLAHAN PISANG DI DESA GERSI
Mahasiswa KKN Undip bersama warga lihatkan produknya.

Blora – Dalam upaya pengelolaan potensi yang ada di Desa Gersi, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, salah satu mahasiswa Universitas Diponegoro yakni Yeni Ferianto (21) melakukan pemanfaatan potensi lokal pisang untuk menambah nilai jual.

Banyaknya potensi Sumber Daya Alam (SDA) lokal yang ada di Desa Gersi ini, seperti padi, jagung, pepaya, singkong, dan pisang. Namun dirinya memilih pemanfaatan potensi lokal pisang menjadi keripik pisang mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Gersi  untuk menambah nilai jual dan memperpanjang umur simpan dari pisang tersebut.

“Kegiatan ini dimulai dengan mecari bahan baku buah pisang kepok atau raja buluh yang ada di Desa Gersi. Pisang yang digunakan adalah pisang yang sudah masuk waktu “suloh”, karena pada saat suloh pisang itu sudah mulai masuk masa matang. Itu adalah pisang yang terbaik dalam pembuatan keripik pisang,” ucapnya saat dihubungi Bloranews, Sabtu (07/08).

Ferianto menjelaskan pisang yang sudah diambil kemudian dijemur terlebih dahulu dibawah terik matahari langsung selama 1-2 hari, hal ini bertujuan untuk mengurangi kandungan getah yang ada pada kulit pisang, sehingga saat pengupasan pisang tidak mengalami kesulitan.

“Bahan-bahan lain yang perlu disiapkan yaitu air, minyak goreng, gula, dan garam. Sementara alat-alat yang digunakan yaitu pisau, wajan, kompor, ember, sarung tangan, alat pengiris keripik, toples, kemasan plastik, dan timbangan. Pisang kemudian dipotong-potong pada bagian ujungnya, kemudian direndam dalam air beberapa saat. Pisang selanjutnya dikupas dan direndam dalam air kembali, kemudian diiris-iris langsung diatas minyak goreng yang sudah panas. Setelah matang, keripik diberi perasa manis dan asin dengan menggunakan gula dan garam. Keripik kemudian dikemas dalam wadah plastik dengan berat setiap kemasan 250 gram,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Gersi, Puji berharap dengan adanya pendampingan pemanfaatan potensi lokal buah pisang menjadi keripik pisang ini, KWT Desa Gersi memiliki keterampilan serta dapat meningkatkan pendapatannya.

“Kami memilih olahan keripik pisang karena bahan dasar yang digunakan itu mudah untuk didapat, yang dapat ditemukan di desa kami sendiri. Selain itu, juga mudah untuk dipasarkan melalui online,” ungkapnya. (Spt)

  • Bagikan