fbpx

MARWAN JAFAR: BPH MIGAS HARUS PUNYA TARING DAYA EKSEKUSI DALAM PENGAWASAN

Anggota Komisi VII DPR RI Marwan Jafar mendorong Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk meningkatkan kinerjanya dan harus memiliki daya eksekusi dalam tugas pengawasannya, terutama terhadap BBM bersubsidi yang menjadi tanggung jawabnya.
Webinar tentang Sosialisasi Tugas Fungsi BPH Migas di Rumah Makan Mr Green Seso Blora, Rabu (10/8).

Jepon, BLORANEWS – Anggota Komisi VII DPR RI Marwan Jafar mendorong Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk meningkatkan kinerjanya dan harus memiliki daya eksekusi dalam tugas pengawasannya, terutama terhadap BBM bersubsidi yang menjadi tanggung jawabnya.

“Kami juga berharap BPH Migas lebih punya taring dan daya eksekusi yang serius terhadap pengawasan,” ujarnya saat webinar tentang Sosialisasi Tugas Fungsi BPH Migas di Rumah Makan Mr Green Seso, Jepon, Blora, Rabu (10/8).

BACA JUGA :  DIGITALISASI RUMAH SAKIT, DPR RI TINJAU PELAYANAN KESEHATAN

Ia juga berharap adanya arahan soal penggunaan minyak dan gas untuk masyarakat luas, termasuk tentang dampak dan keuntungannya.

Misalnya, bagaimana kenaikan harga minyak dan gas bisa terkendali, sedangkan dari sisi pendapatan juga tetap sesuai perhitungan dengan tetap memperhatikan tingkat konsumsi masyarakat.

Sementara saat ini, imbuh politisi dari PKB itu, harga migas juga mulai melambung, sehingga harus menjadi perhatian serius karena berpengaruh terhadap daya ketahanan ekonomi bangsa yang sekarang sedang kurang stabil.

BACA JUGA :  MAHASISWI ASAL LOMBOK PUNYA NAMA BELAKANG MIRIP GUBERNUR JATENG, SONTAK GANJAR KAGET

Kondisi tersebut, kata dia, juga mempengaruhi daya beli masyarakat menjadi menurun, sehingga BPH Migas dituntut mampu memberikan masukan-masukan yang konstruktif dan sekaligus tidak memberatkan kepada masyarakat.

Melalui peran BPH Migas yang cukup strategis, diharapkan bisa mendorong kepada pemangku kepentingan lainnya yang bergerak di sektor minyak dan gas supaya ikut memikirkan kemungkinan adanya peralihan dari minyak dan gas ke listrik.

“Hal itu dimungkinkan menjadi salah satu terobosan yang bisa dilakukan. Karena energi terbarukan menjadi penting untuk dibicarakan mengingat bahwa energi yang tidak bisa diperbarui semakin menipis. Sedangkan saat ini belum ditemukan sektor-sektor energi baru yang potensial,” ujarnya.

BACA JUGA :  BUKA PELUANG, PPP LAUNCHING PENDAFTARAN BAKAL CALEG

Meskipun hal itu tidak secara langsung menjadi tugas BPH Migas, kata dia, masih bisa memberikan masukan dan arahan kepada pemangku kepentingan dan pelaku di bidang Migas.

Ia juga mengapresiasi BPH Migas yang telah memberikan banyak pelatihan dan forum diskusi serta sosialisasi terkait peran BPH Migas kepada masyarakat. (Jam).