fbpx

MASALAH EKONOMI JADI PENYEBAB UTAMA TINGGINYA ANGKA PERCERAIAN DI BLORA

Ilustrasi perceraian
Ilustrasi

Blora, BLORANEWS – Humas Pengadilan Agama Blora, Hidayatullah menjelaskan bahwa perkara perceraian di Kabupaten Blora mencapai angka 1.033 kasus. Dan angka tersebut tercapai hanya kurun waktu setengah tahun.

Hidayatullah menyebut, banyaknya kasus perceraian di Kabupaten Blora disebabkan oleh problem ekonomi. Dari problem tersebut, muncul perselisihan dan pertengkaran diantara pasangan.

“Dari pemeriksaan, rata-rata yang paling dominan menyangkut masalah ekonomi. Seperti suami malas bekerja dan istri yang terlalu boros dalam berbelanja,” terangnya.

BACA JUGA :  KARENA SOSMED, PEREMPUAN MENGGUGAT

Selain itu, penyalahgunaan media sosial juga menjadi penyebab retaknya hubungan rumah tangga. Utamanya soal komunikasi via chat dengan orang lain tanpa sepengetahuan pasangan.

“Seperti chatting mesra hingga kirim-kirim foto yang menyebabkan pasangannya cemburu,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, Pengadilan Agama Blora telah memutuskan perkara perceraian sebanyak 858 perkara dari total 1.033 kasus yang diterima. Adapun rinciannya, bulan Januari 207 Perkara, Februari 182 perkara, Maret 162 perkara, April 119 perkara, Mei 181 perkara dan Juni 182 perkara. (Kin).

BACA JUGA :  BARU 6 BULAN, PERKARA PERCERAIAN DI BLORA CAPAI 1.033 KASUS