fbpx

MASUK MUSIM HUJAN, PETANI BERSIAP TANAM JAGUNG

Petani mengolah lahan untuk persiapan menanam jagung
Petani mengolah lahan untuk persiapan menanam jagung

Blora- Memasuki musim penghujan, para petani di sebagian wilayah Blora bersiap menanam jagung. Pengolahan tanah dilakukan dalam dua pekan terakhir. Meski demikian, petani dibayangi kelangkaan pupuk menjelang musim tanam.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Tani Makmur, Jatman mengaku, kelangkaan pupuk terjadi secara bervariasi di tiap-tiap wilayah. Di desanya, yakni Desa Jeruk Kecamatan Bogorejo Kabupaten Blora, para petani kesulitan mendapatkan pupuk Phonska dan SP-36.

BACA JUGA :  PANEN JAGUNG DI DESA KEMBANG, BABINSA KORAMIL 03 BANJAREJO TURUN KE SAWAH

“Untuk di Bogorejo, sulit mendapatkan Phonska dan SP 36. Tapi dua pupuk tersebut bisa didapatkan di kios-kios pertanian di Kecamatan Jiken,” terangnya, Jumat (22/11).

Menurut Jatman, sebenarnya pemerintah telah berupaya untuk mengendalikan ketersediaan pupuk untuk petani dengan meluncurkan Kartu Tani. Sayangnya, program ini bukan tanpa kelemahan. Petani harus mengisi saldo untuk melakukan pembelian pupuk.

BACA JUGA :  GABAH DI BLORA 54,22 % TERSERAP DARI TARGET 21.630 TON

“Kalau tidak ada saldonya, ya tidak jalan. Jadi sekarang kalau mau beli pupuk, ya beli secara kontan,” imbuh Ketua Poktan yang memiliki anggota sebanyak 72 petani tersebut.

Kebutuhan pupuk untuk petani di musim tanam terbilang sangat krusial. Untuk menanam 1 kilogram benih jagung, petani membutuhkan pupuk sampai 1 kuintal. Dirinya berharap, pupuk akan mudah didapatkan saat waktu pemupukan nanti.

BACA JUGA :  PROSPEK PERTANIAN HIDROPONIK: SEMULA DIREMEHKAN, KINI BANJIR PESANAN

“Saat ini, lahan sudah kita traktor dan tinggal menunggu hujan turun. Rencananya, di musim tanam ini, kita ingin menanam jagung dan cabai,” pungkasnya. (jyk)