fbpx

MASYARAKAT ADUKAN KOPERASI ABAL-ABAL, DINDAGKOP UKM LAKUKAN KONSOLIDASI

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora dengan LSM Klopo Duwur, Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) dan teman-teman Koperasi Sejahtera melakukan konsolidasi untuk musyawarah membahas penertiban Koperasi abal-abal.
konsolidasi untuk musyawarah membahas penertiban Koperasi abal-abal.

Blora – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora dengan LSM Klopo Duwur, Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) dan teman-teman Koperasi Sejahtera melakukan konsolidasi untuk musyawarah membahas penertiban Koperasi abal-abal.

Plt. Kepala Dindagkop UKM, Luluk Kusuma Agung Riyadi menyampaikan, terjadi miss bahwa koperasi Sejahtera melakukan aktivitas di Kecamatan Jepon. Tapi, telah kita telusuri ternyata koperasi yang di jepon belum mempunyai izin cabang.

BACA JUGA :  NAHKODAI SEBAGAI PLT, LULUK : KITA AKAN BUAT DINDAGKOP ERA BARU

“Perizinan Koperasi itu sebenarnya melalui DPM-PTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) di OSS (Operations Support System). Akan Kita dampingi dengan menjalin silaturahmi musyawarah secara mufakat, sehingga nanti Kepala Sejahtera tidak akan membuka cabang, tapi akan berdiri mandiri, Koperasi di Jepon,” ucapnya usai konsolidasi, Senin (24/1).

Kemudian, Tim Pendamping Mitra Dindagkop UKM, Joko Yulianto menyampaikan sebenarnya Mereka adalah Pra Koperasi, Mereka ingin mendirikan Koperasi yang kebetulan sementara pakai nama Sejahtera. Terus rekomendasi di Jepon ditutup. Anggota yang dilayani itu ada. Tetapi, anggota terdaftar di Koperasi Sejahtera yang ada di Kabupaten Blora. Aktivitas yang ada di Jepon itu sebenarnya bagian dari Koperasi Sejahtera yang ada di Kecamatan blora.

BACA JUGA :  RAT PRIMKOPPOL POLRES BLORA TUTUP BUKU 2016

“Kami berharap teman-teman Koperasi semuanya tertib dengan Peraturan. Jadi, kalau memang mau mengajukan izin ke Dinas Koperasi bersedia mendampingi ada teman-teman PPKL (Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan) juga, kemudian kebijakan-kebijakan Pemerintah sangat mendukung bagi Koperasi untuk membuka usahanya di manapun tempat,” harapnya. (Lis).