MBAH ABU DAFTAR BALON BUPATI LEWAT GERINDRA

Blora- Ketua DPC PPP Kabupaten Blora, Abu Nafi mendaftarkan diri sebagai bakal calon (Balon) Bupati Blora melalui Partai Gerindra. Penyerahan berkas pendaftaran berlangsung siang tadi di Rumah Makan Putra Solo, Mlangsen, Blora Kota, Kabupaten Blora, Minggu (27/10).

“Pendaftaran telah dibuka sejak 25 Oktober kemarin. Ini baru Mbah Abu (sapaan Abu Nafi, red) yang mendaftar,” ujar Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Blora, Yulianto.

 

Ketua DPC Partai Gerindra Blora, Yulianto bersama Ketua DPC PPP Blora Abu Nafi (baju coklat)

Ketua DPC Partai Gerindra Blora, Yulianto bersama Ketua DPC PPP Blora Abu Nafi (baju coklat)

 

Lebih lanjut, Yulianto memaparkan, pendaftaran Bakal Calon Bupati Blora untuk Pilbup 2020 melalui DPC Partai Gerindra akan ditutup pada 15 November mendatang. Tidak ada ketentuan khusus untuk mendaftar di partai ini.

“Tidak ada mahar politik, dan pendaftaran gratis,” imbuhnya.

Hingga saat ini, DPC Gerindra Blora secara intensif membina komunikasi dengan pimpinan parpol lain seperti PDI Perjuangan, PPP, Hanura, Demokrat, Perindo, PKS, dan Golkar. Menurut Yulianto, iklim politik yang cair akan membuat Gerindra mantap dalam Pilbup 2020 mendatang.

“Mereka sangat welcome untuk bekerja sama. Dan dengan iklim  yang cair seperti yang sudah kita bangun, Bacabup akan semakin mantap. Terbukti tadi sore sudah mulai telpon,” pungkasnya.

Sementara, Ketua DPC PPP yang juga bakal calon Bupati Gerindra, Abu Nafi mengatakan langkah politik ini diambilnya sebagai bentuk balas jasa atas dukungan partai berlogo kepala garuda tersebut dalam Pilbup Blora 2015 lalu.

“Saya punya sejarah dengan PDI Perjuangan, dan Gerindra. Saya membalasnya hanya seperti itu,” kata Mbah Abu.

Sebagai informasi, sebelumnya Mbah Abu juga mendaftar bakal calon Bupati Blora melalui PDI Perjuangan. Dirinya mengatakan, baik mendaftar di PDI Perjuangan maupun di Gerindra, telah seizin DPW PPP Jateng dan DPP PPP.

Tak hanya itu, Mbah Abu juga menegaskan, PPP Blora butuh berkoalisi dengan partai-partai lain untuk mengusung calon Bupati lantaran baru memiliki 5 kursi di DPRD Blora. Koalisi ini dengan partai mana pun, termasuk PKB.

“Karena PPP baru 5 kursi, butuh koalisi dengan partai lain. Coba diingat pada Pilbup 2010, siapa yang mengusung Kolbu (Kokok/Djoko Nugroho-Abu Nafi)? Di dalamnya ada PKB dan PPP. Sayangnya, PKB belum buka pendaftaran. Kalau buka, insyaallah saya daftar,” pungkasnya. (jyk)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan