fbpx

MBAH KEMIS GANTUNG DIRI LANTARAN SAKIT TAK KUNJUNG SEMBUH

  • Bagikan
Lansia gantung diri gegerkan warga Dukuh Kaliceper RT 02 RW 02 Desa Gempolrejo Kecamatan Tunjungan, Jumat (23/02).

Tunjungan – Peristiwa gantung diri kembali terjadi. Kali ini, seorang lansia diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri lantaran frustasi dengan penyakitnya yang sering kambuh dan tak kunjung sembuh.

 

Lansia gantung diri gegerkan warga Dukuh Kaliceper RT 02 RW 02 Desa Gempolrejo Kecamatan Tunjungan, Jumat (23/02).

 

Kapolsek Tunjungan AKP Sugito membenarkan terjadinya peristiwa ini. Menurutnya, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh istri korban, Jumat (23/02) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari tadi.

Korban bernama Mbah Kemis (70) warga Dukuh Kaliceper RT 02 RW 02 Desa Gempolrejo Kecamatan Tunjungan, sedangkan istri korban bernama Marini (50). Keduanya, sehari-hari bekerja sebagai petani.

Marini bangun dari tidurnya dan mendapati suaminya, yang semula tidur dengannya, tak ada di ranjang. Wanita paruh baya ini pun mencari suaminya di dalam rumah, mulai dari ruang tamu hingga dapur. Sayangnya, Mbah Kemis tidak ada di dalam rumah.

Marini pun berniat mencari Mbah Kemis di luar rumah. Ketika wanita ini membuka pintu belakang, dia mendapati Mbah Kemis telah tergantung di pohon mangga di belakang rumah. Marini pun
berteriak histeris karena terpukul melihat suaminya.

Teriakan Marini terdengar oleh Wibowo (35), tetangganya. Wibowo dan warga sekitar segera menuju ke lokasi kejadian. Wibowo kemudian melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Tunjungan.

Tak lama, petugas Polsek Tunjungan bersama dengan tim medis Puskesmas Tunjungan mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan terhadap mayat Mbah Kemis.

Saat dievakuasi dari pohon mangga itu, mayat Mbah Kemis bertelanjang dada dan memakai celana pendek warna abu-abu.

Dalam pemeriksaan tersebut, tim medis Puskesmas Tujungan menemukan luka bekas jeratan tali pada leher Mbah Kemis sedalam 1 cm. Selain itu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada mayatnya.

Berdasarkan kesaksian keluarga, Mbah Kemis dalam beberapa tahun terakhir menderita sakit paru-paru yang sering kambuh dan tak kunjung sembuh. Penyakit ini diduga menjadi penyebab Mbah Kemis nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Penyunting : Achmad Niam Djamil

  • Bagikan