fbpx

MEMBONGKAR ORTODOKSI AGAMA | METODE TAFSIR MOHAMMED ARKOUN

  • Bagikan
Mohammed Arkoun.

Di zaman yang penuh kebisingan, publik telah disuguhkan bermacam persoalan pelik yang sulit untuk dilerai. Baik dari sektor ekonomi, sosial, politik bahkan agama sekalipun. Untuk sektor terakhir yang disebutkan, seolah kehidupan manusia telah tali-menali dengan persoalan itu. Publik senantiasa dihidangkan konflik agama ataupun konflik antar sekte yang tak berkesudahan. Sehingga yang nampak dipermukaan agama dianggap sebagai sumber perpecahan. Padahal teks agama senantiasa mengajarkan penganutnya untuk cinta kedamaian dan menempatkan kemanusian diatas segalanya.

Jika dirunut, pangkal masalahnya ialah tentang teks dan tafsirnya. Banyak yang memahami teks agama secara ortodoks dan menafsirkannya berdasarkan kepentingan politis tertentu. Alhasil, agama menjadi terlepas dari nilai terpentingnya, yakni nilai kemanusiaan. Fenomena inilah yang membuat muslim humanis seperti Mohammed Arkoun protes secara lantang dan menggugat pemisahan nilai kemanusiaan dari agama.

Guru besar sejarah pemikiran Islam, Universiras Sorbonne tersebut berinisiasi mengembalikan nilai humanis yang telah dilepaskan dari agama. Dengan menempatkan teks agama sebagai spirit perjuangan, Arkoun mendasarkan gagasannya pada tafsir teks agama secara radikal dengan cara menyerap perkembangan ilmu sosial humaniora kedalam kajian ilmu ke-Islaman. Elaborasi multi-disiplin pengetahuan membawa Arkoun pada pola interpretasi teks agama secara kritis dan komprehensif.

Dalam hal ini, Kritik Epistemologi Islam menjadi pusat perhatian Mohammed Arkoun. Warisan Epistemologi Islam klasik-skolastik dirasa perlu direkonstruksi dan dipikirkan kembali keabsahannya. Dengan metode hermeneutika, dekonstruksi dan semeotika Arkoun mencoba menelaah kembali teks-teks klasik dan kemudian mengkontekstualisasi dengan perkembangan zaman. Sehingga mampu memunculkan tafsir yang lebih segar, baharu dan humanis tentunya.

Sederhananya, pemikir postmodern tersebut hendak memosisikan teks sebagai kata kunci guna ditafsir secara dalam dan menyeluruh. Sehingga akan mampu memunculkan tafsir yang lebih genuine, diluar kepentingan politik ideologis tertentu. Menurutnya, hanya dengan menyingkirkan kepentingan ideologis tertentulah teks agama bisa ditafsir secara orisinil. Dan pada akhirnya, tujuan yang dikejar Arkoun dari semua tulisannya ialah sebagai pembebasan nalar dari kejumudan. Sehingga agama Islam bisa kembali menjadi sarana emansipasi umat manusia.

Tentang penulis: Mohammad Sodikhin Kasravi adalah kreator opini Bloranews.com

  • Bagikan