fbpx

MENGENAL LEBIH DEKAT SOSOK DOKTOR YANG MENJADI “REKTOR”

  • Bagikan
Soesilo Toer
Soesilo Toer

Salah satu yang patut dicontoh dari Pak Soes adalah ia beliau tak suka dengan alat digital zaman sekarang. Ia mengaku tak pernah menulis dengan computer, namun ditulis tangan. ……Ah, betapa kami jauh sekali darinya. Kami saja yang menulis cerpen malas jika dengan tulis tangan terlebih dahulu, namun ia yang sudah menciptakan banyak buku menulisnya dengan tangan. “Ya saya nulisnya pake tangan lah, lalu diketik sama anak saya,  itu masih ada banyak judul lagi yang belum saya  tulis,” ujarnya waktu kami tanya bagaimana proses kepenulisanya. Pak Soes sendiri mulai menulis ketika usianya menginjak 13 tahun, sedang Pak Pram mulai menulis saat usia 15 tahun.

Ditengah tengah kita asik bercerita, ia bertanya pada kami, apakah sudah mempunyai pacar atau belum. Pak Soes yang sudah berumur 81 tahun ini mengaku masih punya pacar, “Pacaranlah! karena pacaran membuat cerdas,” ucapnya dengan nada tinggi serta mengacungkan jari telunjuknya pada kami. “Mas, saya menyampaikan ini kepada semua yang datang kesini, pacaran jadikanlah prinsip. Saya juga masih mempunyai pacar. Bu Sulami namaya,”. Kalimat ini pasti membuat teka-teki bagi kami. Kami pun sempat dibuat bingung….masak pacaran dijadikan prinsip? Dan diumur yang sudah lanjut beliau masih mempunyai pacar. Namun, di akhir pertemuan kami dijelaskan apa itu pacaran sesungguhnya.

Menurutnya hidup memang harus mempunyai pacar. Mula-mula kami memaknai ucapan Pak Soes yang tersuratnya saja, bahwa hidup harus mempunyai pacar. Namun, ternyata dibalik itu ia memakna lain tentang pacar yang sesungguhnya.

Ia bercerita hingga sekarang masih mempunyai pacar, yaitu Sulami. Ceritanya, Sulami adalah seorang dirijen di tahun 60-an. Awalnya kami mengira memang Pak Soes masih mempunyai pacar hingga sekarang. Kami ditanya arti Sulami. Kita mengira Sulami adalah dari kata Sulam, menyulam baju. Akan tetapi ternyata Sulami adalah akronim dari 3 suku kata: Su-La-Mi. Su yang berarti surat kabar, La yang berarti Majalah dan Mi yang berarti media massa. “Atau kalian bisa  menambahi “Bu” di depan namanya jadi Bu Sulami, Bu itu akronim dari Buku,” ucap Pak Soes. Ia merontokkan kebodohan kami sendiri, mengapa begitu dangkal memaknai pacaran. Ia juga menegaskan kalau pacaran tak hanya antara laki-laki atau perempuan namun juga dengan buku. Saya menjadi teringat pepatah Arab “Khairu jaalis fi az-zaman kitabun,” sebaik-baiknya pendamping setiap waktu adalah buku.

banner 120x500
  • Bagikan
error: Konten dilindungi!!