fbpx

MENGENALKAN KESEHATAN MENTAL PADA ANAK USIA DINI MELALUI KARTUN JALAN SESAMA

  • Bagikan
Ilustrasi film jalan sesama
Ilustrasi film jalan sesama

Di tengah merebaknya berita tentang begitu cepatnya persebaran virus corona atau COVID-19 yang ada di Indonesia, pemerintah Indonesia melalui mentri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia per tanggal 13 April 2020 melakukan inisiasi dengan membuat program Belajar dari Rumah yang akan ditayangkan di TVRI.

Adanya program belajar di rumah yang ditayangkan di TVRI ini dinilai sebagai solusi untuk terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan di masa darurat Covid-19, khususnya membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan pada akses internet, baik karena ekonomi maupun letak geografis, Salah satu tayangan TVRI yang diperuntukan untuk jenjang pendidikan anak usia dini atau PAUD ditempatkan pada jam 08;00 sampai 08;30, acara yang sering diputar dalam program belajar dari rumah untuk PAUD ini adalah kartun “jalan sesama”.

Kartun ini sebenarnya adalah kartun lama, muncul pertama kali di layar Indonesia mulai tanggal 18 Februari 2008. Acara ini diproduksi oleh  Creative Indigo Productions,
yang berhubungan dengan  Sesame Workshop. Kartun ini dulu disiarkan di TV swasta TRANS7 lalu sempat pindah ke kompas TV dan muncul kembali menemani kita di tengah pandemi COVID-19 ini.

Ilustrasi film jalan sesama
Ilustrasi Film Jalan Sesama


Kartun ini berlatar belakang di sebuah desa kecil di Jalan Sesama, tampak diperlihatkan banyak rumah-rumah yang bersih, asri dengan tanaman dan pepohonan.

Papan tulisan seperti reparasi gigi dan sedot WC-pun ikut menghiasi. Dalam satu kampung tersebut terdapat karakter-karakter lucu yang siap menemani penonton untuk belajar dan mengisi waktu pagi selama pandemi COVID-19 ini.

Karakter-karakter tersebut diantaranya Tantan, Momon, Jabrik, Putri. Setiap karakter mempunyai ciri khasnya masing-masing, misalnya Tantan, dia tinggal di pohon dan penyuka sayur serta buah-buahan.

Selain itu ada Momon, sosok karakter yang digambarkan suka membaca, ada pula Jabrik, karakter badak bercula satu dengan rambutnya yang nyentrik, dan masih banyak karakter lainnya.

Sebagai tayangan yang diperuntukan untuk jenjang anak-anak pra-sekolah, jalan sesama meyajikan beragam konten-konten yang tentunya cocok untuk usia anak-anak. Konten-konten tersebut diantaranya tentang bernyanyi, berhitung, membaca dan muatan-muatan budaya lainnya seperti mengajak anak untuk makan sayur atau mengajak anak untuk mengenal flora dan fauna.

Salah satu muatan dalam tayangan jalan sesama adalah kesehata mental. Muatan ini mungkin tidak akan telihat jika kita tidak memperhatikannya secara implisit.

Ditengah membumingnya kesehatan mental yang ada di masyarakat melalui platform-platform online seperti riliv dan kawan-kawan, tayangan jalan sesama ini lebih dulu dan berani mengenalkan kesehatan mental pada anak-anak.

Dari hemat penulis ada beberapa gangguan mental yang dialami oleh karakter-karater dalam kartun jalan sesama, misalnya saja Obsessive Compulsive disorder yang ditunjukkan oleh karakter Count.

Dalam tayangan jalan sesama, karakter Count digambarkan sebagai karakter yang suka berhitung. Akan tetapi keinginan berhitung yang ditunjukkan Count ini tidak wajar, Count mempunyai keinginan dan menunjukkan perilaku berhitung pada setiap hari dan semalaman.

Selain itu juga ditampilkan karakter Oscar The Grouth yang tidak pernah lepas dari tempah sampahnya. Oscar The Grouth ini mempunyai keinginan untuk mengumpulkan dan menimbun barang-barang tidak berguna seperti ditunjukkan sepatu yang telah usang pemberian ibunya yang masih disimpan dan berbagai macam barang lainnya yang telah usang dan masih disimpannya.

Dengan kata lain yang dialami Oscar The Grouth ini secara psikologis dapat disebut sebagai compulsive hoarding atau tidak bisa mengendalikan dirinya untuk menimbun barang.

Ada lagi sosok Ernie, teman dekat Bert ini digambarkan selalu kesulitan tidur dan melakukan hal-hal aneh agar bisa tertidur, misalnya menghitung domba, menari dan bernyanyi. Dalam segi psikologis ini biasanya disebut gangguan tidur insomnia.

banner 120x500
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

error: Konten dilindungi!!