fbpx

MERASA DITIPU, PULUHAN NASABAH GRUDUK KANTOR BRI SIDOREJO

Nasabah gruduk kantor BRI unit Sidorejo.

Blora, BLORANEWS – Merasa ditipu dan diintimidasi oleh pihak pewagai Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Sidorejo Kecamatan Kedungtuban, Blora, puluhan nasabah nglurug kantor kas yang berada di Desa Sidorejo, Kedungtuban, Jumat (15/3).

Kedatangan mereka hendak meminta kembali uang yang mereka setorkan sebagai tabungan namun dialihkan menjadi asuransi.

Rhoqim yang ditunjuk sebagai juru bicara nasabah menceritakan kronologi dirinya bersama nasabah lain ditipu oleh oknum mantri BRI.

Menurutnya, pada tahun 2020 lalu, ayahnya yang bernama Rusmijan mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 50 juta rupiah.

Oleh mantri, uang sebesar itu dipotong Rp 5 juta rupiah dengan dalih untuk tabungan. “Waktu itu bapak hanya menerima Rp 45 juta rupiah. Mantri bilang, tabungan itu bisa diambil setelah 5 tahun, tetapi setelah saya kroscek sekarang uang tersebut tinggal 350 ribu rupiah. Habis dipotong,” ucapnya.

Bapaknya juga merasa diintimidasi oleh oknum tersebut, karena jika tidak ikut nabung, tidak akan diberikan pinjaman KUR. “Karena kalimatnya menabung, ayah saja manut, karena suatu saat bisa dicairkan kembali,” jelasnya.

Selang beberapa minggu setalah menerima pinjaman KUR, turun polis Asuransi BRI Life yang dikirim lewat kurir. Usus punya usus ternyata potongan uang 5 juta yang diberikan label tabungan ternyata dimasukkan asuransi.

“Mana ada KUR kena asuransi, kan konyol ini namanya. Berarti kita ditipu,” bebernya.

Karena saat ini pinjaman bapaknya hampir lunas, akhirnya dirinya berinisiatif kroscek uang tersebut di kantor cabang Cepu dan hasilnya uangnya habis. “Bahkan punya paklek saya diblokir, habis uangnya,” sambungnya.

Kejadian ini bukan hanya menimpa Rusmijan, puluhan nasabah banyak yang merasa tertipu. Hingga akhirnya mereka sepakat untuk mengurus uang tersebut. Setoran mereka yang dipotong pada saat menerima pinjaman ternyata dimasukkan asuransi.

“Saat ini saya dan nasabah lain yang saya komando nilainya hampir 50 juta yang dibawa BRI, tabungan yang berubah menjadi asuransi. Kami menuntut balik uang dikembalikan,” tandas Rhoqim.

Sumarwan, nasabah yang lain juga mengatakan hal yang sama. Bahkan ia mnyetor uang hingga Rp 12 juta rupiah untuk pinjaman KUR 50 juta.

“Kami tidak mau tahu, pokoknya uang kami harus dikembalikan. Kami merasa ditipu oleh BRI,” katanya.

Sementara itu, Kepala Unit BRI Sidorejo, Agus, yang menerima dua perwakilan nasabah mengatakan, akan berusaha menjembatani persoalan yang terjadi.

“Kami baru bertugas disini Januari tahun ini. Jadi kejadian itu bukan di era kami, tetapi kami akan komunikasikan agar mendapatkan solusi,” jelasnya.

Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan manager dan Pimpinan Cabang di Cepu untuk membantu menyelesaikan masalahnya.

“Kami baru mendapatkan kabar, jika Selasa depan pihak asuransi Semarang yang akan turun langsung kesini guna memberikan solusi, jadi mohon nasabah untuk bersabar untuk sementara waktu,” bebernya.

Pihaknya berjanji, akan membantu mengkomunikasikan dengan pihak yang berkaitan. “Semoga segera ada penyelesaian terbaik,” pungkas Agus. (afi)